Analis: Jika Bersatu, Iran, Turki, dan Qatar Bisa Lawan Blok Israel-Teluk
Minggu, 04 Oktober 2020 - 23:49 WIB
loading...
A
A
A
Jadi, yang disebut perjanjian damai itu hanya memformalkan apa yang telah menjadi kenyataan selama setidaknya dua dekade. Dalam hal ini, ini bukan masalah besar. Namun, ungkapnya, dari sudut pandang Iran, ada dua perkembangan potensial yang menjadi perhatian.
(Baca: Erdogan Sebut Yerusalem Milik Turki )
"Pertama, jika perjanjian ini meningkat dan dianut oleh negara-negara Arab yang lebih besar (katakanlah Aljazair, Maroko atau bahkan Arab Saudi) maka itu mengurangi tekanan pada Israel dan mendorong upaya Palestina untuk menjadi negara bagian ke pinggiran," ucapnya.
"Kedua, jika salah satu dari negara-negara Teluk Persia ini menyetujui tuntutan Israel untuk membangun intelijen atau bahkan aset militer di tanah mereka, maka secara alami hal itu menjadi perhatian," tukasnya.
(Baca: Erdogan Sebut Yerusalem Milik Turki )
"Pertama, jika perjanjian ini meningkat dan dianut oleh negara-negara Arab yang lebih besar (katakanlah Aljazair, Maroko atau bahkan Arab Saudi) maka itu mengurangi tekanan pada Israel dan mendorong upaya Palestina untuk menjadi negara bagian ke pinggiran," ucapnya.
"Kedua, jika salah satu dari negara-negara Teluk Persia ini menyetujui tuntutan Israel untuk membangun intelijen atau bahkan aset militer di tanah mereka, maka secara alami hal itu menjadi perhatian," tukasnya.
(esn)
Lihat Juga :