Sukses Tangani Pandemi Corona, Pariwisata China Mulai Bangkit

Jum'at, 02 Oktober 2020 - 13:15 WIB
loading...
A A A
Virus corona yang dilaporkan pertama kali dideteksi di Wuhan pada akhir Desember lalu sebelum menyebar ke seluruh dunia telah berhasil dikendalikan sejak Maret lalu. Beberapa bulan setelah itu, wabah itu juga menyebar ke Beijing dan Xinjiang. Namun, isolasi yang bersifat lokal dan program pengetesan massal menjadikan wabah itu berhasil dikendalikan.

China dilaporkan tidak mengalami transmisi lokal sejak pertengahan Agustus. Itu menyusul pemeriksaan yang sangat ketat di bandara dan para pekerja yang beresiko terinfeksi virus. Pekan lalu, transmisi lokal terjadi pertama kali dalam satu bulan setelah dua pekerja pelabuhan yang biasa mengani ikan impor di Qindao dilaporkan positif setelah pemeriksaan rutin.

Kontrol yang ketat itu juga tidak membuat kekhawatiran dan ketakutan warga China untuk berlibur. Apalagi, China telah melewatkan melewatkan musim liburan Imlek pada akhir Januari lalu karena wabah corona. Saat itu, dua hari sebelum liburan Imlek, Pemerintah China memerintahkan isolasi total di Wuhan.

Setelah delapan bulan, pembatasan pergerakan dan larangan liburan pun dicabut. Secara resmi, beberapa kota mewajibkan penumpang untuk memberikan kode kesehatan hijau di ponsel mereka di stasiun dan bandara kalau menunjukkan mereka aman.

Sukses Tangani Pandemi Corona, Pariwisata China Mulai Bangkit


Menyusul kepercayaan diri pemerintah dalam penanganan virus, Badan Pencegahan dan Kontrol Penyakit China pekan lalu menyatakan perjalanan jarak jauh dan berwisata bisa dinyatakan aman untuk liburan. Mereka juga menyatakan semua kota dinyatakan aman dari resiko penularan virus corona. (Baca juga: Penggunaan Masker Kurangi Risiko Tertular Covid-19)

Namun, Pemerintah China masih merekomendasikan wisatawan untuk mematuhi protekol kesehatan, mengenakan masker di kereta dan pesawat, serta menjaga jarak 1 meter di destinasi wisata. Faktanya, berbagai anjuran itu justru tidak dilaksanakan warga yang umumnya berkerumun di tempat wisata.

Pekan lalu, Kementerian Pariwisata dan Budaya China memerintahkan destinasi wisata membatasi kapasitas hingga 75% pada pekan liburan. Pada bulan sebelumnya diberlakukan hanya 50% dari kapasitas maksimal. Untuk memfasilitas pelacakan kontak, wisatawan diminta melakukan reservasi ke destinasi wisata terlebih dahulu.

Wu Zunyou, kepala epidemologi di Pusat Kontrol dan Pengadilan Penyakit China, mengatakan tidak perlu lagi pembatasan ekstra bagi wisatawna domestik selama libur nasional karena virus corona tidak lagi menyebar di masyarakat. “Saat ini tidak mungkin terjadi infeksi virus corona di lingkungan sosial,” katanya dilansir CCTV.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Jerman Tuding China...
Jerman Tuding China Latih Pasukan Rusia, Beijing: Kita Tidak Memihak
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji...
Aliansi Pertahanan Australia-Fiji Ditandatangani, China Uji Coba Rudal di Pasifik
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Koordinator Rekonstruksi...
Koordinator Rekonstruksi Gaza Asal Mesir Tewas dalam Serangan Drone di Kawasan Sabra
Perang Pecah Lagi, Trump:...
Perang Pecah Lagi, Trump: Saya Tak Mau Negosiasi Lagi dengan Iran
Rekomendasi
FBI Bidik AFA di Tengah...
FBI Bidik AFA di Tengah Mimpi Argentina di Piala Dunia
Nurul Arifin Sebut Riset...
Nurul Arifin Sebut Riset SSI Bukti Bahlil Berhasil Terjemahkan Visi Prabowo ke Publik
Penampakan Koper Berisi...
Penampakan Koper Berisi Emas Disita Polisi usai Geledah Rumah di Bogor
Berita Terkini
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Infografis
5 Artis Indonesia Punya...
5 Artis Indonesia Punya Gelar S3, Ada yang Sukses Menjadi Dosen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved