Sentimen Anti-China Bisa Berubah Jadi Konflik Militer AS-China

Selasa, 05 Mei 2020 - 13:52 WIB
loading...
Sentimen Anti-China...
Presiden Amerika Serikat Donald John Trump (kiri) saat bertemu Presiden Republik Rakyat China Xi Jinping di Beijing, 9 November 2017. Foto/REUTERS/Jonathan Ernst.
A A A
BEIJING - Pemerintah Donald Trump menggunakan pandemi virus corona baru (COVID-19) untuk meningkatkan sentimen anti-China. Perseteruan itu bahkan berpotensi berubah menjadi konflik militer langsung antara Beijing dan Washington.

Potensi konflik militer langsung kedua negara itu merupakan rincian dokumen internal China tentang skenario terburuk yang mungkin terjadi. Dokumen itu sudah dilaporkan oleh Kementerian Keamanan Negara kepada Presiden Xi Jinping.

Reuters, mengutip sumber yang memiliki akses terhadap dokumen itu, melaporkan sentimen anti-China meningkat di hampir seluruh dunia, dan levelnya tertinggi sejak insiden Lapangan Tiananmen 1989.

Dokumen itu diduga berasal dari China Institutes of Contemporary International Relations (CICIR), salah satu lembaga think tank kebijakan internasional tertua di negara itu, yang berafiliasi dengan Kementerian Keamanan Negara.

"Saya tidak memiliki informasi yang relevan," kata kantor juru bicara Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan menanggapi pertanyaan dari Reuters terkait dokumen tersebut.

Kementerian Keamanan Negara China tidak memiliki rincian kontak publik dan tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar. CICIR juga tidak menjawab permintaan komentar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Pesawat Militer India...
Pesawat Militer India Jatuh Tewaskan 5 Prajurit AU, Kopilot Selamat
Rekomendasi
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Makin Ketat, Ini Kriteria yang Dicari Para Juri
Berita Terkini
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved