Putin Desak AS Setujui Pakta Tak Saling Ikut Campur Pemilu
Sabtu, 26 September 2020 - 06:08 WIB
loading...
A
A
A
Rusia juga menyangkal tuduhan baru bahwa mereka berusaha ikut campur dalam kampanye pemilihan presiden AS tahun 2020 meskipun ada bukti yang mengatakan sebaliknya. Facebook minggu ini mem-boot tiga jaringan troll yang terkait dengan troll farms intelijen Rusia yang diduga terlibat dalam campur tangan dalam pemilu 2016.
Ketiga jaringan tersebut diduga menggunakan Facebook terutama sebagai sarana untuk memperkuat konten dari situs web di luar platform dan untuk menemukan serta merekrut orang-orang otentik dan tanpa disadari untuk membantu menyebarkan propaganda mereka, yang banyak dari mereka adalah jurnalis. (Baca juga: Trump Tak Jamin Transfer Kekuasaan Berlangsung Damai Jika Dia Kalah Pilpres )
"Seperti yang telah kami katakan berulang kali, tidak ada dasar untuk pernyataan seperti itu," sangkal Lavrov. "Kami mendukung diskusi profesional dan konstruktif dari semua masalah yang ada melalui negosiasi," imbuh kata diplomat top Rusia itu.
Sebagai balasannya, Rusia menuduh negara-negara Barat melancarkan kampanye disinformasi besar-besaran atas peracunan pemimpin oposisi Alexei Navalny. Laboratorium di Jerman, Prancis dan Swedia semuanya mengonfirmasi bahwa Navalny diracun dengan agen saraf Novichok, tetapi Kremlin telah menepis tuduhan itu dan menyatakan Navalny telah mengatur tindakan tersebut.
Ketiga jaringan tersebut diduga menggunakan Facebook terutama sebagai sarana untuk memperkuat konten dari situs web di luar platform dan untuk menemukan serta merekrut orang-orang otentik dan tanpa disadari untuk membantu menyebarkan propaganda mereka, yang banyak dari mereka adalah jurnalis. (Baca juga: Trump Tak Jamin Transfer Kekuasaan Berlangsung Damai Jika Dia Kalah Pilpres )
"Seperti yang telah kami katakan berulang kali, tidak ada dasar untuk pernyataan seperti itu," sangkal Lavrov. "Kami mendukung diskusi profesional dan konstruktif dari semua masalah yang ada melalui negosiasi," imbuh kata diplomat top Rusia itu.
Sebagai balasannya, Rusia menuduh negara-negara Barat melancarkan kampanye disinformasi besar-besaran atas peracunan pemimpin oposisi Alexei Navalny. Laboratorium di Jerman, Prancis dan Swedia semuanya mengonfirmasi bahwa Navalny diracun dengan agen saraf Novichok, tetapi Kremlin telah menepis tuduhan itu dan menyatakan Navalny telah mengatur tindakan tersebut.
(min)
Lihat Juga :