Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya

Minggu, 26 Juli 2026 - 00:15 WIB
loading...
A A A
"Kami telah melihat laporan tentang Iran yang memperkuat fasilitas di Isfahan, jebakan yang dipasang, dan kemungkinan pasukan perimeter yang ditempatkan," kata Richard Goldberg, mantan direktur untuk penanggulangan senjata pemusnah massal Iran di Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih.

Goldberg menambahkan, "Saat ini tidak ada unsur kejutan. Targetnya sudah ditetapkan. Kita tahu di mana mereka berada. Iran juga tahu di mana mereka berada."

5. Strategi Menghadapi Ranjau dan Bahan Peledak Iran

Menurut laporan CNN yang dikutip oleh New York Post, Iran telah menempatkan ranjau dan bahan peledak di terowongan di fasilitas Isfahan sebagai persiapan untuk potensi serangan.

Laporan tersebut juga mengidentifikasi Gunung Pickaxe sebagai target potensial setelah klaim bahwa Iran memindahkan ratusan sentrifugal dari fasilitas pengayaan Natanz di sana.

6. Butuh Koridor Udara dan Rute Ekstraksi yang Aman

Para ahli mengatakan bahwa operasi apa pun akan membutuhkan persiapan yang ekstensif, termasuk mengamankan koridor udara, melindungi rute ekstraksi, dan mempertahankan kendali atas lingkungan medan perang.

"Anda perlu membuat perimeter yang aman di sekitar semua lokasi yang ingin Anda masuki dan ambil materialnya," kata Rodgers, menambahkan bahwa pasukan darat akan dibutuhkan untuk mengamankan fasilitas dan membangun rute konvoi yang aman.

Misi tersebut juga akan bergantung pada penilaian intelijen AS tentang tata letak fasilitas, kerentanan struktural, dan apakah serangan udara dapat mencapai tujuan Washington.

7. Mirip dengan Penculikan Nicolas Maduro

Goldberg mengatakan operasi pengeboman dan misi pengambilan akan memiliki tujuan yang berbeda. "Itu adalah misi penghancuran," katanya. "Jika Anda mencoba masuk ke fasilitas tersebut, Anda akan berusaha untuk meruntuhkan fasilitas tersebut."

Mengenai Gunung Pickaxe, Goldberg menyarankan operasi skala kecil berpotensi menyerupai serangan AS yang menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro, menggambarkan skenario yang melibatkan infiltrasi, penghancuran, dan penarikan mundur.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
Ledakan Dahsyat Runtuhkan...
Ledakan Dahsyat Runtuhkan Terowongan di India, Tewaskan 12 Pekerja
Lagi, Houthi Serang...
Lagi, Houthi Serang Kapal Tanker Saudi di Laut Merah
Rekomendasi
Beli Samsung Galaxy...
Beli Samsung Galaxy Foldable 8 Lebih Hemat! Nikmati Promo Spesial Kartu Kredit BRI
Tanoto Scholars Gathering...
Tanoto Scholars Gathering 2026 Perkuat Kepemimpinan 240 Penerima Beasiswa TELADAN
PLN EPI Perluas Kemitraan...
PLN EPI Perluas Kemitraan Global Bangun Rantai Pasok Hidrogen Hijau
Berita Terkini
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved