Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:53 WIB
loading...
Pasukan IRGC melawan pasukan AS. Foto/anadolu
A
A
A
TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyeru warga negara-negara yang menampung pasukan Amerika Serikat untuk menjaga jarak “setidaknya 500 meter” dari bangunan yang diklaim digunakan sebagai “akomodasi rahasia oleh pasukan AS.”
IRGC menuduh para perwira dan personel militer AS “telah meninggalkan pangkalan mereka dan pindah ke bangunan di daerah perkotaan untuk mengarahkan operasi militer.”
Mereka mendesak warga sipil untuk “segera menjaga jarak setidaknya 500 meter” dari lokasi tersebut demi keselamatan mereka.
IRGC juga mengecam Washington menargetkan infrastruktur sipil, termasuk jembatan, dermaga perikanan, kapal, kendaraan, dan jalur kereta api di Iran.
Sementara itu, aktivitas maritim menunjukkan pola yang tidak merata di seluruh titik-titik penting, karena penyeberangan kapal menurun di Selat Hormuz sementara Selat Bab el-Mandeb mengalami peningkatan pergerakan kapal. Perkembangan itu dilaporkan pelacak maritim internasional pada hari Jumat.
Data MarineTraffic menunjukkan lalu lintas melalui Selat Hormuz turun menjadi hanya enam penyeberangan yang terkonfirmasi, yang mewakili penurunan 60% dibandingkan hari sebelumnya.
Lima dari enam kapal tersebut mengikuti Skema Unilateral Iran, dan ini menyoroti konsentrasi lalu lintas yang berkelanjutan di sepanjang rute spesifik tersebut.
Sementara itu, Selat Bab el-Mandeb mencatat 49 penyeberangan yang terkonfirmasi, dan total ini termasuk lima kapal yang dikenai sanksi, 11 kapal armada bayangan, dan empat transit gelap.
Beberapa kapal yang sebelumnya membalikkan haluan di Teluk Aden dan Laut Merah kemudian menyelesaikan perjalanan mereka, sementara yang lain tetap tertunda.
Baca juga: AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC menuduh para perwira dan personel militer AS “telah meninggalkan pangkalan mereka dan pindah ke bangunan di daerah perkotaan untuk mengarahkan operasi militer.”
Mereka mendesak warga sipil untuk “segera menjaga jarak setidaknya 500 meter” dari lokasi tersebut demi keselamatan mereka.
IRGC juga mengecam Washington menargetkan infrastruktur sipil, termasuk jembatan, dermaga perikanan, kapal, kendaraan, dan jalur kereta api di Iran.
Sementara itu, aktivitas maritim menunjukkan pola yang tidak merata di seluruh titik-titik penting, karena penyeberangan kapal menurun di Selat Hormuz sementara Selat Bab el-Mandeb mengalami peningkatan pergerakan kapal. Perkembangan itu dilaporkan pelacak maritim internasional pada hari Jumat.
Data MarineTraffic menunjukkan lalu lintas melalui Selat Hormuz turun menjadi hanya enam penyeberangan yang terkonfirmasi, yang mewakili penurunan 60% dibandingkan hari sebelumnya.
Lima dari enam kapal tersebut mengikuti Skema Unilateral Iran, dan ini menyoroti konsentrasi lalu lintas yang berkelanjutan di sepanjang rute spesifik tersebut.
Sementara itu, Selat Bab el-Mandeb mencatat 49 penyeberangan yang terkonfirmasi, dan total ini termasuk lima kapal yang dikenai sanksi, 11 kapal armada bayangan, dan empat transit gelap.
Beberapa kapal yang sebelumnya membalikkan haluan di Teluk Aden dan Laut Merah kemudian menyelesaikan perjalanan mereka, sementara yang lain tetap tertunda.
Baca juga: AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
(sya)
Lihat Juga :