Israel Tembak Jatuh Rudal Iran, Ancam Beri Respons dengan Kekuatan Penuh
Senin, 20 Juli 2026 - 09:21 WIB
loading...
Israel dan Yordania tembak jatuh rudal-rudal Iran yang meluncur ke arah Aqaba di Kerajaan Yordania pada Minggu (19/7/2026). Foto/Anadolu
A
A
A
TEL AVIV - Militer Israel mengatakan pasukannya dan militer Yordania telah mencegat rudal Iran yang meluncur ke kota Aqaba di Yordania pada hari Minggu. Rezim Zionis mengancam akan merespons dengan kekuatan penuh jika rudal Iran menyerang wilayah Israel.
Ketika ditanya oleh AFP tentang laporan ledakan di dekat kota Eilat di Israel, seorang juru bicara militer Zionis mengatakan bahwa pasukan Israel dan Yordania telah mencegat sebuah proyektil.
Baca Juga: 1 Lagi Tentara AS Tewas Diserang Drone Iran
Beberapa menit sebelum pencegatan, militer Israel mengatakan telah mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju Aqaba dan memperingatkan kemungkinan "tumpahan puing" ke wilayah Israel.
Militer Yordania mengaku telah menembak jatuh tiga rudal Iran yang menargetkan wilayah kerajaan, sementara yang keempat jatuh di daerah terpencil, tanpa menyebutkan lokasinya.
Sirene serangan udara diaktifkan di ibu kota Yordania, Amman, dan bagian lain kerajaan tersebut.
Kemudian, dalam pernyataan terpisah, militer Israel mengatakan telah meluncurkan beberapa misil pencegat ke arah puing-puing rudal Iran untuk mencegah dampak puing-puing jatuh ke wilayah Israel.
"Akibatnya, fragmen pencegat diidentifikasi di area terbuka dekat kota Eilat. Tidak ada kerusakan atau korban luka yang dilaporkan," kata militer Israel.
Menteri Pertahanan Zionis, Israel Katz, mengatakan bahwa negaranya akan merespons dengan kuat terhadap setiap serangan oleh Iran.
“Jika Iran meluncurkan rudal ke Israel, kami akan menyerang mereka dengan kekuatan penuh,” katanya saat mengunjungi fasilitas layanan penyelamatan pada hari Minggu.
“Jika Amerika Serikat mengubah kebijakannya, yang juga merupakan sesuatu yang mungkin terjadi, kami siap untuk tindakan defensif dan ofensif terhadap Teheran," imbuh dia.
Pemerintah Yordania sebelumnya membantah laporan bahwa pihak berwenang memerintahkan evakuasi bandara dan pelabuhan Aqaba. Bantahan ini muncul setelah kedutaan AS mengatakan bahwa staf mereka telah dievakuasi karena ada ancaman yang kredibel.
Juru bicara pemerintah Yordania Mohammad al-Momani mengatakan kepada AFP, "Pihak berwenang belum mengeluarkan keputusan apa pun untuk mengevakuasi Bandara Aqaba atau pelabuhan, dan keduanya beroperasi normal."
Pernyataan kedutaan AS tersebut muncul setelah militer AS mengumumkan bahwa dua anggota pasukannya tewas di Yordania dan satu orang hilang menyusul serangan gencar Iran pada hari Jumat.
Ini menandai korban jiwa pertama di antara pasukan AS sejak pertempuran dengan Iran kembali memanas bulan ini.
Yordania telah berulang kali mengumumkan bahwa mereka telah membalas serangan Iran dalam beberapa hari terakhir.
Ketika ditanya oleh AFP tentang laporan ledakan di dekat kota Eilat di Israel, seorang juru bicara militer Zionis mengatakan bahwa pasukan Israel dan Yordania telah mencegat sebuah proyektil.
Baca Juga: 1 Lagi Tentara AS Tewas Diserang Drone Iran
Beberapa menit sebelum pencegatan, militer Israel mengatakan telah mendeteksi rudal yang diluncurkan dari Iran menuju Aqaba dan memperingatkan kemungkinan "tumpahan puing" ke wilayah Israel.
Militer Yordania mengaku telah menembak jatuh tiga rudal Iran yang menargetkan wilayah kerajaan, sementara yang keempat jatuh di daerah terpencil, tanpa menyebutkan lokasinya.
Sirene serangan udara diaktifkan di ibu kota Yordania, Amman, dan bagian lain kerajaan tersebut.
Kemudian, dalam pernyataan terpisah, militer Israel mengatakan telah meluncurkan beberapa misil pencegat ke arah puing-puing rudal Iran untuk mencegah dampak puing-puing jatuh ke wilayah Israel.
"Akibatnya, fragmen pencegat diidentifikasi di area terbuka dekat kota Eilat. Tidak ada kerusakan atau korban luka yang dilaporkan," kata militer Israel.
Menteri Pertahanan Zionis, Israel Katz, mengatakan bahwa negaranya akan merespons dengan kuat terhadap setiap serangan oleh Iran.
“Jika Iran meluncurkan rudal ke Israel, kami akan menyerang mereka dengan kekuatan penuh,” katanya saat mengunjungi fasilitas layanan penyelamatan pada hari Minggu.
“Jika Amerika Serikat mengubah kebijakannya, yang juga merupakan sesuatu yang mungkin terjadi, kami siap untuk tindakan defensif dan ofensif terhadap Teheran," imbuh dia.
Pemerintah Yordania sebelumnya membantah laporan bahwa pihak berwenang memerintahkan evakuasi bandara dan pelabuhan Aqaba. Bantahan ini muncul setelah kedutaan AS mengatakan bahwa staf mereka telah dievakuasi karena ada ancaman yang kredibel.
Juru bicara pemerintah Yordania Mohammad al-Momani mengatakan kepada AFP, "Pihak berwenang belum mengeluarkan keputusan apa pun untuk mengevakuasi Bandara Aqaba atau pelabuhan, dan keduanya beroperasi normal."
Pernyataan kedutaan AS tersebut muncul setelah militer AS mengumumkan bahwa dua anggota pasukannya tewas di Yordania dan satu orang hilang menyusul serangan gencar Iran pada hari Jumat.
Ini menandai korban jiwa pertama di antara pasukan AS sejak pertempuran dengan Iran kembali memanas bulan ini.
Yordania telah berulang kali mengumumkan bahwa mereka telah membalas serangan Iran dalam beberapa hari terakhir.
(mas)
Lihat Juga :