Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:33 WIB
loading...
Iran bersiap meluncurkan drone untuk menyerang target militer AS di Timur Tengah. Foto/press tv
A
A
A
TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan negara-negara yang menampung pasukan militer Amerika Serikat untuk bersiap menghadapi “respons yang setara”. Peringatan itu muncul seiring sirine serangan udara yang meraung-raung di Kuwait dan Bahrain.
“IRGC menuntut agar negara-negara tersebut mengaktifkan unit pertahanan sipil mereka untuk melindungi warga negara mereka dan memindahkan mereka dari target militer potensial,” ungkap laporan kantor berita Tasnim.
Laporan itu menyatakan wilayah mereka digunakan sebagai landasan peluncuran agresi terhadap Iran.
Menurut laporan Tasnim, Pasukan Darat IRGC menggunakan drone dan rudal untuk menargetkan pusat logistik militer AS di Camp Arifjan di Kuwait, dan mengklaim telah menyebabkan korban jiwa di antara personel di sana.
Secara bersamaan, IRGC mengatakan telah menyerang Pangkalan Udara Ali Al Salem AS di Kuwait dan mengklaim telah melumpuhkan sistem radarnya.
Operasi tersebut juga dilaporkan mengenai dan menghancurkan hanggar pemeliharaan senjata dan fasilitas drone di lokasi tersebut.
Seorang koresponden Al Jazeera di Kuwait mengatakan sirene udara berbunyi untuk keempat kalinya karena upaya untuk mencegat rudal yang datang terus berlanjut.
Militer Kuwait mengatakan mereka kembali menanggapi serangan rudal dan drone Iran, dan mendesak masyarakat untuk “mematuhi instruksi keselamatan dan keamanan dari pihak berwenang”.
Ledakan apa pun yang terdengar adalah suara pertahanan udara yang menanggapi serangan musuh, tambah militer Kuwait dalam pernyataan yang dibagikan di X.
Sirene peringatan telah diaktifkan di Bahrain untuk keempat kalinya dalam beberapa jam. Kementerian Dalam Negeri meminta masyarakat “tetap tenang dan menuju ke tempat aman terdekat”.
Aset militer AS dan tangki bahan bakar telah terkena serangan rudal Iran di pangkalan AS di Bahrain, menurut pernyataan militer Iran yang dilaporkan oleh kantor berita Tasnim.
Dalam pernyataan tersebut, militer Iran mengatakan “sebagai tanggapan terhadap kejahatan arogansi global”, mereka telah menargetkan “hangar pesawat dan tempat parkir” serta “tangki bahan bakar” di pangkalan udara Sheikh Isa dan beberapa jembatan komunikasi di Bahrain.
Pernyataan militer Iran tersebut mengatakan AS telah menggunakan pangkalan tersebut untuk melancarkan “operasi terhadap target regional, terutama negara kami”.
“Kami bangga dengan tugas militer kami untuk membela tanah air ini,” demikian pernyataan itu diakhiri.
Baca juga: Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
“IRGC menuntut agar negara-negara tersebut mengaktifkan unit pertahanan sipil mereka untuk melindungi warga negara mereka dan memindahkan mereka dari target militer potensial,” ungkap laporan kantor berita Tasnim.
Laporan itu menyatakan wilayah mereka digunakan sebagai landasan peluncuran agresi terhadap Iran.
Menurut laporan Tasnim, Pasukan Darat IRGC menggunakan drone dan rudal untuk menargetkan pusat logistik militer AS di Camp Arifjan di Kuwait, dan mengklaim telah menyebabkan korban jiwa di antara personel di sana.
Secara bersamaan, IRGC mengatakan telah menyerang Pangkalan Udara Ali Al Salem AS di Kuwait dan mengklaim telah melumpuhkan sistem radarnya.
Operasi tersebut juga dilaporkan mengenai dan menghancurkan hanggar pemeliharaan senjata dan fasilitas drone di lokasi tersebut.
Seorang koresponden Al Jazeera di Kuwait mengatakan sirene udara berbunyi untuk keempat kalinya karena upaya untuk mencegat rudal yang datang terus berlanjut.
Militer Kuwait mengatakan mereka kembali menanggapi serangan rudal dan drone Iran, dan mendesak masyarakat untuk “mematuhi instruksi keselamatan dan keamanan dari pihak berwenang”.
Ledakan apa pun yang terdengar adalah suara pertahanan udara yang menanggapi serangan musuh, tambah militer Kuwait dalam pernyataan yang dibagikan di X.
Sirene peringatan telah diaktifkan di Bahrain untuk keempat kalinya dalam beberapa jam. Kementerian Dalam Negeri meminta masyarakat “tetap tenang dan menuju ke tempat aman terdekat”.
Aset militer AS dan tangki bahan bakar telah terkena serangan rudal Iran di pangkalan AS di Bahrain, menurut pernyataan militer Iran yang dilaporkan oleh kantor berita Tasnim.
Dalam pernyataan tersebut, militer Iran mengatakan “sebagai tanggapan terhadap kejahatan arogansi global”, mereka telah menargetkan “hangar pesawat dan tempat parkir” serta “tangki bahan bakar” di pangkalan udara Sheikh Isa dan beberapa jembatan komunikasi di Bahrain.
Pernyataan militer Iran tersebut mengatakan AS telah menggunakan pangkalan tersebut untuk melancarkan “operasi terhadap target regional, terutama negara kami”.
“Kami bangga dengan tugas militer kami untuk membela tanah air ini,” demikian pernyataan itu diakhiri.
Baca juga: Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
(sya)
Lihat Juga :