Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:17 WIB
loading...
Selat Bab al-Mandeb merupakan jalut pelayaran dan perdagangan dunia. Foto/memo
A
A
A
TEHERAN - Iran mengatakan dalam beberapa hari terakhir bahwa mereka dapat meningkatkan tekanan pada Amerika Serikat dengan meminta sekutunya, Houthi Yaman, untuk memblokir Selat Bab al-Mandeb. Langkah tersebut akan semakin mencekik perdagangan global.
Kolonel Abbas Dahouk, mantan penasihat militer senior untuk urusan Timur Tengah di Departemen Luar Negeri AS, mengatakan itu akan menjadi “eskalasi serius” jika Iran dan Houthi memutuskan mengganggu perdagangan maritim internasional melalui selat tersebut.
“Bab al-Mandeb adalah jalur air penting lainnya, dan sekarang karena Selat Hormuz sebagian diblokir untuk lalu lintas internasional, Laut Merah menjadi jalan pintas untuk ekspor minyak, setidaknya untuk Arab Saudi dan UEA,” kata Dahouk.
Sebagian besar ekspor energi yang transit melalui Terusan Suez melewati Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandeb.
“Jika hal itu terganggu, maka pasti akan meningkatkan tekanan tidak hanya di kawasan itu, tetapi juga di pasar internasional dan Amerika Serikat. Amerika Serikat sedang memikirkan hal ini, dan mungkin akan ada pembalasan dalam beberapa cara,” tambah Dahouk.
“Melewati Selat Hormuz menjadi sangat berbahaya menurut sebagian besar ukuran. Ini adalah kondisi terburuk yang kita lihat dalam satu dekade terakhir,” Dahouk memperingatkan.
“Secara fungsional, selat itu masih terbuka, tetapi perusahaan-perusahaan takut untuk menyeberang masuk dan keluar, dan itu akan membutuhkan waktu untuk memulihkannya.”
Sementara itu, media Iran melaporkan ledakan di kota Khorramabad di provinsi Lorestan.
Laporan tersebut mengatakan ledakan itu merupakan akibat dari serangan rudal AS yang diluncurkan dari Kuwait.
Selain itu, militer Yordania mengatakan pertahanan udaranya mencegat dan menembak jatuh 10 rudal Iran yang menerobos wilayah udara negara itu pada Sabtu pagi.
Pihak militer mengatakan operasi tersebut dilakukan sesuai dengan langkah-langkah pertahanan standar untuk menjaga kedaulatan kerajaan dan memastikan keselamatan publik.
Tidak ada korban jiwa atau kerusakan material yang dilaporkan dari pencegatan tersebut, dan unit-unit Royal Engineers telah mulai membersihkan dan mengamankan puing-puing dari lokasi benturan, tambahnya.
Baca juga: Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
Kolonel Abbas Dahouk, mantan penasihat militer senior untuk urusan Timur Tengah di Departemen Luar Negeri AS, mengatakan itu akan menjadi “eskalasi serius” jika Iran dan Houthi memutuskan mengganggu perdagangan maritim internasional melalui selat tersebut.
“Bab al-Mandeb adalah jalur air penting lainnya, dan sekarang karena Selat Hormuz sebagian diblokir untuk lalu lintas internasional, Laut Merah menjadi jalan pintas untuk ekspor minyak, setidaknya untuk Arab Saudi dan UEA,” kata Dahouk.
Sebagian besar ekspor energi yang transit melalui Terusan Suez melewati Selat Hormuz dan Selat Bab al-Mandeb.
“Jika hal itu terganggu, maka pasti akan meningkatkan tekanan tidak hanya di kawasan itu, tetapi juga di pasar internasional dan Amerika Serikat. Amerika Serikat sedang memikirkan hal ini, dan mungkin akan ada pembalasan dalam beberapa cara,” tambah Dahouk.
“Melewati Selat Hormuz menjadi sangat berbahaya menurut sebagian besar ukuran. Ini adalah kondisi terburuk yang kita lihat dalam satu dekade terakhir,” Dahouk memperingatkan.
“Secara fungsional, selat itu masih terbuka, tetapi perusahaan-perusahaan takut untuk menyeberang masuk dan keluar, dan itu akan membutuhkan waktu untuk memulihkannya.”
Sementara itu, media Iran melaporkan ledakan di kota Khorramabad di provinsi Lorestan.
Laporan tersebut mengatakan ledakan itu merupakan akibat dari serangan rudal AS yang diluncurkan dari Kuwait.
Selain itu, militer Yordania mengatakan pertahanan udaranya mencegat dan menembak jatuh 10 rudal Iran yang menerobos wilayah udara negara itu pada Sabtu pagi.
Pihak militer mengatakan operasi tersebut dilakukan sesuai dengan langkah-langkah pertahanan standar untuk menjaga kedaulatan kerajaan dan memastikan keselamatan publik.
Tidak ada korban jiwa atau kerusakan material yang dilaporkan dari pencegatan tersebut, dan unit-unit Royal Engineers telah mulai membersihkan dan mengamankan puing-puing dari lokasi benturan, tambahnya.
Baca juga: Iran Ungkap Rudalnya Berhasil Hantam Jet Tempur AS di Yordania
(sya)
Lihat Juga :