Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Jum'at, 17 Juli 2026 - 22:39 WIB
loading...
Serangan drone Iran menargetkan tangki bahan bakar di bandara Kuwait. Foto/AA
A
A
A
TEHERAN - Militer Kuwait mengatakan beberapa personelnya dari Angkatan Darat terluka dalam serangan Iran. Menurut Kuwait, serangan Iran menargetkan “beberapa fasilitas dan kamp yang berafiliasi dengan Angkatan Darat Kuwait”.
Letnan Jenderal Khaled Dirj Saad Al-Shreian, Kepala Staf Angkatan Darat, mengunjungi personel yang terluka “untuk memeriksa kondisi kesehatan mereka dan menindaklanjuti perkembangan perawatan medis yang diberikan kepada mereka.”
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim serangan terhadap pangkalan militer AS di Kuwait, pangkalan udara AS di Qatar, radar pengawasan maritim AS di Oman, helikopter dan pesawat pengintai AS di pangkalan udara di Bahrain, jet AS yang ditempatkan di Yordania dan pusat komando operasi khusus AS di pangkalan militer al-Tanf di Suriah.
Namun, Suriah membantah laporan bahwa Iran membom pangkalan al-Tanf di dekat perbatasan tenggara negara itu dengan Yordania dan Irak.
Kementerian Dalam Negeri Qatar mengatakan seorang anak terluka akibat pecahan peluru yang berjatuhan saat pasukan Qatar mencegat beberapa serangan udara dari Iran.
Kementerian Listrik, Air, dan Energi Terbarukan Kuwait mengatakan salah satu pembangkit listrik dan pabrik desalinasi airnya menjadi sasaran Iran dalam serangan terbaru, mengakibatkan kebakaran dan kerusakan di lokasi tersebut.
Seorang wanita tewas dalam serangan AS di Bandar Abbas, Iran selatan, dan anaknya yang berusia satu tahun mengalami luka kritis akibat pecahan peluru. Setidaknya delapan orang tewas dalam serangan AS semalam.
AS telah menghancurkan menara pengawasan maritim di Pelabuhan Chabahar di Iran, menurut laporan kantor berita Tasnim.
Iran mengatakan 38 orang tewas dan 400 terluka dalam serangan AS sejak kesepakatan gencatan senjata.
Kementerian energi Iran telah menyerukan kepada warga untuk mengurangi penggunaan listrik setelah jaringan listrik mengalami tekanan menyusul serangan AS terhadap infrastruktur energi di selatan.
Hanya tiga kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz pada hari Kamis, jumlah transit harian terendah sejak Mei, menurut data pengiriman.
Serangan pesawat tak berawak Israel di seluruh Gaza telah menewaskan tiga orang.
Baca juga: Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
Letnan Jenderal Khaled Dirj Saad Al-Shreian, Kepala Staf Angkatan Darat, mengunjungi personel yang terluka “untuk memeriksa kondisi kesehatan mereka dan menindaklanjuti perkembangan perawatan medis yang diberikan kepada mereka.”
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim serangan terhadap pangkalan militer AS di Kuwait, pangkalan udara AS di Qatar, radar pengawasan maritim AS di Oman, helikopter dan pesawat pengintai AS di pangkalan udara di Bahrain, jet AS yang ditempatkan di Yordania dan pusat komando operasi khusus AS di pangkalan militer al-Tanf di Suriah.
Namun, Suriah membantah laporan bahwa Iran membom pangkalan al-Tanf di dekat perbatasan tenggara negara itu dengan Yordania dan Irak.
Kementerian Dalam Negeri Qatar mengatakan seorang anak terluka akibat pecahan peluru yang berjatuhan saat pasukan Qatar mencegat beberapa serangan udara dari Iran.
Kementerian Listrik, Air, dan Energi Terbarukan Kuwait mengatakan salah satu pembangkit listrik dan pabrik desalinasi airnya menjadi sasaran Iran dalam serangan terbaru, mengakibatkan kebakaran dan kerusakan di lokasi tersebut.
Seorang wanita tewas dalam serangan AS di Bandar Abbas, Iran selatan, dan anaknya yang berusia satu tahun mengalami luka kritis akibat pecahan peluru. Setidaknya delapan orang tewas dalam serangan AS semalam.
AS telah menghancurkan menara pengawasan maritim di Pelabuhan Chabahar di Iran, menurut laporan kantor berita Tasnim.
Iran mengatakan 38 orang tewas dan 400 terluka dalam serangan AS sejak kesepakatan gencatan senjata.
Kementerian energi Iran telah menyerukan kepada warga untuk mengurangi penggunaan listrik setelah jaringan listrik mengalami tekanan menyusul serangan AS terhadap infrastruktur energi di selatan.
Hanya tiga kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz pada hari Kamis, jumlah transit harian terendah sejak Mei, menurut data pengiriman.
Serangan pesawat tak berawak Israel di seluruh Gaza telah menewaskan tiga orang.
Baca juga: Iran Gempur Pusat Komando AS di Suriah, Hancurkan Radar dan Helikopter
(sya)
Lihat Juga :