Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
Kamis, 16 Juli 2026 - 22:32 WIB
loading...
Kapal-kapal komersial besar dan perahu kecil berlayar di perairan lepas pantai kota pelabuhan selatan Bandar Abbas, Iran pada 21 Juni 2026. Foto/Hassan Ghaedi/Anadolu Agency
A
A
A
TEHERAN - Iran mengkritik Oman menyusul pengumuman Muscat tentang koridor navigasi selatan melalui Selat Hormuz. Iran menuduh Oman gagal berkoordinasi dengan Teheran mengenai pengaturan transit maritim.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan dalam konferensi pers bahwa Teheran telah berupaya membangun, berkoordinasi dengan Oman, satu mekanisme untuk memastikan jalur aman kapal melalui jalur air strategis tersebut.
“Upaya kami didasarkan pada pencapaian, berkoordinasi dengan Oman, satu mekanisme untuk memastikan jalur aman kapal melalui Selat Hormuz,” kata Baghaei.
Dia menambahkan Iran menyesalkan pengaturan tersebut belum tercapai dan menuduh tekanan Amerika Serikat telah memengaruhi posisi Oman.
Baghaei mengatakan Iran mengharapkan “kerja sama yang diperlukan” dari Oman untuk menjaga keamanan dan kedaulatan kedua negara yang berbatasan dengan selat tersebut.
Menurut pejabat Iran, Teheran menganggap dirinya bertanggung jawab untuk mengelola lalu lintas maritim di Selat Hormuz berdasarkan interpretasinya terhadap nota kesepahaman dengan Amerika Serikat dan mempertahankan mereka memiliki wewenang menetapkan rute pelayaran yang disetujui.
Pengumuman Oman bahwa kapal dapat menggunakan koridor selatan di dalam perairan teritorial Oman memicu kritik dari Teheran.
Menurut laporan tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan mereka dapat mengambil tindakan terhadap kapal yang menggunakan rute di luar rute yang ditetapkan otoritas Iran. Rute yang dilaporkan melewati utara dan selatan Pulau Larak, yang terletak di dekat Selat Hormuz.
Oman belum menanggapi kritik terbaru Iran secara terbuka.
Baca juga: Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan dalam konferensi pers bahwa Teheran telah berupaya membangun, berkoordinasi dengan Oman, satu mekanisme untuk memastikan jalur aman kapal melalui jalur air strategis tersebut.
“Upaya kami didasarkan pada pencapaian, berkoordinasi dengan Oman, satu mekanisme untuk memastikan jalur aman kapal melalui Selat Hormuz,” kata Baghaei.
Dia menambahkan Iran menyesalkan pengaturan tersebut belum tercapai dan menuduh tekanan Amerika Serikat telah memengaruhi posisi Oman.
Baghaei mengatakan Iran mengharapkan “kerja sama yang diperlukan” dari Oman untuk menjaga keamanan dan kedaulatan kedua negara yang berbatasan dengan selat tersebut.
Menurut pejabat Iran, Teheran menganggap dirinya bertanggung jawab untuk mengelola lalu lintas maritim di Selat Hormuz berdasarkan interpretasinya terhadap nota kesepahaman dengan Amerika Serikat dan mempertahankan mereka memiliki wewenang menetapkan rute pelayaran yang disetujui.
Pengumuman Oman bahwa kapal dapat menggunakan koridor selatan di dalam perairan teritorial Oman memicu kritik dari Teheran.
Menurut laporan tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan mereka dapat mengambil tindakan terhadap kapal yang menggunakan rute di luar rute yang ditetapkan otoritas Iran. Rute yang dilaporkan melewati utara dan selatan Pulau Larak, yang terletak di dekat Selat Hormuz.
Oman belum menanggapi kritik terbaru Iran secara terbuka.
Baca juga: Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
(sya)
Lihat Juga :