Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
Kamis, 16 Juli 2026 - 19:15 WIB
loading...
Serangan rudal AS mengenai lokasi di dekat rumah sakit kanker Iran. Foto/wion
A
A
A
TEHERAN - Lebih dari 200 pasien dari Rumah Sakit Spesialis Baghaei telah dievakuasi menyusul serangan mematikan Amerika Serikat di Iran selatan pada Kamis (16/7/2026). Direktur Rumah Sakit Reza Bazar mengatakan serangan Amerika di kota Ahvaz membuat rumah sakit tidak dapat beroperasi, demikian dikutip kantor berita Fars. Tidak ada laporan korban jiwa.
Dr. Majid Bou’azar, manajer rumah sakit, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa 211 pasien “terpaksa pindah” karena serangan tersebut.
“Ini adalah pasien khusus, termasuk pasien kanker, yang dirawat di sini. Sayangnya, daerah sekitar sini telah dibom hebat. Beberapa pasien [menggunakan] oksigen dan ventilator,” kata seorang staf kepada Al Jazeera.
Dia menjelaskan, “Beberapa orang menggendong anak, beberapa dipasangi infus, dan beberapa menggunakan kursi roda. Semua orang keluar.”
Iran menuduh Amerika Serikat melakukan "serangan barbar" setelah satu rumah sakit kanker di barat daya Iran terpaksa dievakuasi karena serangan udara berat di dekatnya.
"Serangan barbar ini – mengingatkan pada kekejaman Israel terhadap fasilitas perawatan kesehatan – menyebabkan penderitaan dan kecemasan yang parah pada anak-anak yang dirawat di rumah sakit," tulis juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei di X.
Ia mencatat "211 pasien yang menjalani kemoterapi" dievakuasi. Tidak ada tanggapan langsung dari AS.
Baca juga: Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
Dr. Majid Bou’azar, manajer rumah sakit, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa 211 pasien “terpaksa pindah” karena serangan tersebut.
“Ini adalah pasien khusus, termasuk pasien kanker, yang dirawat di sini. Sayangnya, daerah sekitar sini telah dibom hebat. Beberapa pasien [menggunakan] oksigen dan ventilator,” kata seorang staf kepada Al Jazeera.
Dia menjelaskan, “Beberapa orang menggendong anak, beberapa dipasangi infus, dan beberapa menggunakan kursi roda. Semua orang keluar.”
Iran menuduh Amerika Serikat melakukan "serangan barbar" setelah satu rumah sakit kanker di barat daya Iran terpaksa dievakuasi karena serangan udara berat di dekatnya.
"Serangan barbar ini – mengingatkan pada kekejaman Israel terhadap fasilitas perawatan kesehatan – menyebabkan penderitaan dan kecemasan yang parah pada anak-anak yang dirawat di rumah sakit," tulis juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei di X.
Ia mencatat "211 pasien yang menjalani kemoterapi" dievakuasi. Tidak ada tanggapan langsung dari AS.
Baca juga: Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
(sya)
Lihat Juga :