2 Jenderal Militer Ditangkap karena Korupsi Proyek Senilai Rp1,2 Triliun
Kamis, 16 Juli 2026 - 08:59 WIB
loading...
A
A
A
Sejak saat itu, pihak berwenang telah menangkap puluhan pejabat saat ini dan mantan pejabat serta memperluas penyelidikan terhadap proyek-proyek di berbagai kementerian dan lembaga negara.
Sebagian dari penyelidikan yang lebih luas telah dikaitkan dengan kesaksian yang diberikan oleh mantan wakil menteri perminyakan Adnan Al Jumaili, yang penangkapannya pada bulan Juni mendorong peninjauan kontrak dan pengeluaran pemerintah.
Penangkapan terbaru menunjukkan bahwa kampanye tersebut telah meluas ke sektor militer, area yang jarang menjadi fokus penyelidikan korupsi publik meskipun ada tuduhan penyimpangan pengadaan yang sudah lama ada.
Perdana Menteri Ali Al Zaidi, yang menjabat pada bulan Mei, telah menjadikan pemberantasan korupsi sebagai prioritas utama, dengan pemerintah mengatakan bahwa kampanye tersebut bertujuan untuk memulihkan dana publik dan meminta pertanggungjawaban kepada mereka yang bertanggung jawab.
Korupsi tetap menjadi salah satu tantangan paling gigih di Irak sejak invasi yang dipimpin Amerika Serikat pada tahun 2003, dengan mantan presiden Barham Salih memperkirakan pada tahun 2021 bahwa sekitar USD150 miliar telah hilang akibat penggelapan dan korupsi selama dua dekade sebelumnya.
Sebagian dari penyelidikan yang lebih luas telah dikaitkan dengan kesaksian yang diberikan oleh mantan wakil menteri perminyakan Adnan Al Jumaili, yang penangkapannya pada bulan Juni mendorong peninjauan kontrak dan pengeluaran pemerintah.
Penangkapan terbaru menunjukkan bahwa kampanye tersebut telah meluas ke sektor militer, area yang jarang menjadi fokus penyelidikan korupsi publik meskipun ada tuduhan penyimpangan pengadaan yang sudah lama ada.
Perdana Menteri Ali Al Zaidi, yang menjabat pada bulan Mei, telah menjadikan pemberantasan korupsi sebagai prioritas utama, dengan pemerintah mengatakan bahwa kampanye tersebut bertujuan untuk memulihkan dana publik dan meminta pertanggungjawaban kepada mereka yang bertanggung jawab.
Korupsi tetap menjadi salah satu tantangan paling gigih di Irak sejak invasi yang dipimpin Amerika Serikat pada tahun 2003, dengan mantan presiden Barham Salih memperkirakan pada tahun 2021 bahwa sekitar USD150 miliar telah hilang akibat penggelapan dan korupsi selama dua dekade sebelumnya.
(mas)
Lihat Juga :