Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
Selasa, 14 Juli 2026 - 20:28 WIB
loading...
Menlu Iran Abbas Araghchi. Foto/irna
A
A
A
TEHERAN - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi menanggapi dengan tenang namun tegas klaim provokatif terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai Selat Hormuz. Araghchi menegaskan kembali bahwa Republik Islam Iran selalu, dan akan selamanya tetap, menjadi penjaga sejati dan sah dari jalur air internasional yang vital ini.
Araghchi justru menjadikan ambisi Trump untuk menerapkan tarif di Selat Hormuz sebagai alasan Iran untuk kebijakan itu.
“POTUS (Presiden AS) benar sekali. Siapa pun yang menyediakan jalur aman dan terjamin bagi kapal-kapal komersial melalui Selat Hormuz harus diberi kompensasi atas layanan ini,” tulis Araghchi dalam unggahan di akun X-nya.
“Iran selalu menjadi PENJAGA Selat dan akan tetap demikian SELAMANYA. 20% tentu saja terlalu banyak. Kami akan bersikap adil,” ujar dia.
Sebelumnya dilaporkan, Trump ingin mengendalikan dan menerapkan tarif di Selat Hormuz.
"AS mulai saat ini akan dikenal sebagai PENJAGA SELAT HORMUZ," tulis Trump di Truth Social.
Trump menambahkan, "Namun sebagai konsekuensinya, dan demi keadilan, kami akan menerima penggantian biaya sebesar 20% atas seluruh muatan kargo untuk menutup seluruh biaya yang diperlukan dalam menjaga keselamatan dan keamanan di kawasan dunia yang sangat bergejolak ini."
Baca juga: Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Araghchi justru menjadikan ambisi Trump untuk menerapkan tarif di Selat Hormuz sebagai alasan Iran untuk kebijakan itu.
“POTUS (Presiden AS) benar sekali. Siapa pun yang menyediakan jalur aman dan terjamin bagi kapal-kapal komersial melalui Selat Hormuz harus diberi kompensasi atas layanan ini,” tulis Araghchi dalam unggahan di akun X-nya.
“Iran selalu menjadi PENJAGA Selat dan akan tetap demikian SELAMANYA. 20% tentu saja terlalu banyak. Kami akan bersikap adil,” ujar dia.
Sebelumnya dilaporkan, Trump ingin mengendalikan dan menerapkan tarif di Selat Hormuz.
"AS mulai saat ini akan dikenal sebagai PENJAGA SELAT HORMUZ," tulis Trump di Truth Social.
Trump menambahkan, "Namun sebagai konsekuensinya, dan demi keadilan, kami akan menerima penggantian biaya sebesar 20% atas seluruh muatan kargo untuk menutup seluruh biaya yang diperlukan dalam menjaga keselamatan dan keamanan di kawasan dunia yang sangat bergejolak ini."
Baca juga: Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
(sya)
Lihat Juga :