Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:58 WIB
loading...
Inggris Semakin Ditekan...
Lebih dari 14.000 orang teken petisi yang mendesak pemerintah Inggris mengembalikan 31 ton emas Venezuela yang ditahan di Bank of England. Foto/BBC
A A A
LONDON - Lebih dari 14.000 orang telah menandatangani petisi yang mendesak Inggris untuk mengembalikan sekitar 31 ton emas milik Venezuela. Emas senilai £3,5 miliar (Rp84,6 triliun) yang disimpan di Bank of England tersebut telah lama dibekukan karena Venezuela dijatuhi sanksi Barat.

Dukungan untuk petisi, yang diluncurkan oleh Venezuela Solidarity Campaign (VSC) atau Kampanye Solidaritas Venezuela, telah meningkat setelah gempa bumi dahsyat di Venezuela telah menewaskan 4.490 orang dan melukai hampir 17.000 lainnya.

Baca Juga: Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas Venezuela yang Ditahan Inggris

Anggota Parlemen Inggris asal Leeds East, Richard Burgon, telah mengajukan mosi awal di Parlemen yang menyerukan pelepasan emas milik Venezuela tersebut. “Pada saat penderitaan manusia yang begitu mendalam, setiap sumber daya yang tersedia harus diarahkan untuk bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi di Venezuela," katanya.

“Oleh karena itu, saya menyerukan kepada pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah untuk memfasilitasi pelepasan emas Venezuela sehingga sumber daya ini dapat digunakan untuk rekonstruksi dan pemulihan komunitas yang hancur akibat bencana ini," papar politisi Inggris tersebut.

Anggota Parlemen lainnya, Diane Abbott, mengatakan: “Inggris terus secara ilegal menahan cadangan emas negara tersebut ketika semua sumber dayanya sangat dibutuhkan."

“Skandal ini harus diakhiri dan Bank of England harus segera mengembalikan emas Venezuela," paparnya.

Anggota Parlemen asal Hayes and Harlington, John McDonnell, mengatakan bahwa pengembalian emas akan menjadi salah satu tindakan paling efektif yang dapat dilakukan pemerintah Inggris untuk membantu Venezuela mengatasi krisis segera dan rekonstruksi jangka panjang.

Matt Willgress dari VSC mengatakan: “Tuntutan untuk mengembalikan emas tersebut semakin mendapat dukungan di Inggris, sama seperti tuntutan untuk mengakhiri semua sanksi yang tidak manusiawi yang semakin meningkat di Amerika Serikat dan secara internasional."

“Kita harus terus berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Venezuela," paparnya, seperti dikutip dari Morning Star, Selasa (14/7/2026).

Sebelumnya, Presiden sementara Venezuela; Delcy Rodriguez, telah memohon kepada Raja Charles III untuk menyerahkan sekitar 31 ton emas Venezuela yang ditahan Inggris. Menurutnya, aset itu sangat dibutuhkan untuk rekonstruksi pasca-gempa.

Sekadar diketahui, Venezuela awalnya menyimpan emas sebanyak itu di Bank of England di era Presiden Nicolas Maduro. Namun, negara Amerika Latin itu tidak dapat mengambil asetnya setelah dijatuhi sanksi oleh Barat dan emas 31 ton tersebut dibekukan.

“Saya memutuskan untuk mengirim surat kepada Raja Inggris agar emas yang disimpan di Bank of England dilepaskan. Emas ini milik rakyat kami. Kami membutuhkan emas ini untuk mengatasi dampak gempa bumi,” katanya di televisi pemerintah Venezuela, VTV, Kamis pekan lalu.

“Venezuela memiliki sumber daya yang terblokir di seluruh dunia yang dapat digunakan untuk mengatasi proses rekonstruksi ini,” imbuh Rodriguez.

AS, Uni Eropa, dan negara-negara Barat lainnya memberlakukan sanksi yang semakin ketat terhadap Venezuela dalam dua dekade terakhir atas tuduhan bahwa pemerintah terlibat dalam aktivitas anti-demokrasi dan bahwa negara tersebut merupakan tempat perlindungan bagi perdagangan narkoba.

Banyak dari langkah-langkah tersebut masih berlaku. Tetapi setelah AS menangkap Presiden Maduro awal tahun ini, Washington memberikan bantuan yang ditargetkan kepada sektor minyak negara tersebut.

Setelah gempa bumi, AS mengatakan akan, selama empat bulan, mengizinkan transaksi terkait bantuan gempa bumi yang seharusnya dilarang oleh sanksi.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
375 Kg Emas Disita Terkait...
375 Kg Emas Disita Terkait Korupsi Wakil Menteri
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Ini 10 Negara yang Melarang...
Ini 10 Negara yang Melarang Masuk 2 Menteri Ekstremis Israel Ben-Gvir dan Smotrich
Pesawat Rusia Dekati...
Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk Inggris, 2 Jet Tempur Siluman F-35 London Beraksi
Gempa Kembar Venezuela...
Gempa Kembar Venezuela Tewaskan 2.295 Orang: Mirip Zona Perang, Bau Mayat Menyengat
Apakah AI Cukup Cerdas...
Apakah AI Cukup Cerdas Menjadi Wasit Piala Dunia 2026?
Kebakaran Pabrik Sepatu...
Kebakaran Pabrik Sepatu di China Tewaskan Setidaknya 28 Orang
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Membunuhnya Sejak Lama: Saya Jadi Target
Rekomendasi
EPI Clean Energy Day...
EPI Clean Energy Day Catat Penghematan Emisi Lebih dari 710 Kg CO2e
Kejagung Lelang 90 Unit...
Kejagung Lelang 90 Unit Apartemen di Jaksel Milik Terpidana Benny Tjokro
Live Streaming Premier...
Live Streaming Premier Padel Malaga 2026 di VISION+: Jadwal Tanding dari Awal Sampai Final
Berita Terkini
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved