Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Selasa, 14 Juli 2026 - 12:06 WIB
loading...
A
A
A
Pertemuannya dengan agen Mossad disamarkan sebagai undangan untuk berbicara di Universitas Pelayanan Publik Ludovika, di mana ia bertemu Barnea, yang hingga bulan lalu menjabat sebagai direktur badan intelijen nasional Israel.
Dinas intelijen AS dan Israel telah memantau semakin jauhnya Ahmadinejad dari rezim Iran. Ia didiskualifikasi dari pencalonan presiden sebanyak tiga kali dan semakin kecewa dengan sistem yang pernah ia bela dan yang pernah ia upayakan untuk menekan protes saat berkuasa.
Israel secara diam-diam memberikan dana kepadanya untuk perumahan dan perjalanan, dan agen-agen Israel bertemu dengannya di luar negeri beberapa kali, termasuk selama perjalanan ke Budapest, menurut pejabat AS yang berbicara kepada New York Times.
Israel memandangnya sebagai aset potensial yang dapat diangkat sebagai pemimpin baru Iran, sehingga mendorong Barnea untuk bertemu dengannya secara pribadi di Budapest. CIA diberi pengarahan tentang rencana tersebut.
Ahmadinejad mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa ia dapat mengambil peran sebagai reformis jika terjadi perubahan rezim atau perang, dengan bantuan kekuatan asing, serupa dengan mantan presiden Rusia, Boris Yeltsin, dan bahkan sampai menormalisasi hubungan dengan Israel sebagai bagian dari Kesepakatan Abraham Presiden AS Donald Trump.
Dinas intelijen AS dan Israel telah memantau semakin jauhnya Ahmadinejad dari rezim Iran. Ia didiskualifikasi dari pencalonan presiden sebanyak tiga kali dan semakin kecewa dengan sistem yang pernah ia bela dan yang pernah ia upayakan untuk menekan protes saat berkuasa.
Israel secara diam-diam memberikan dana kepadanya untuk perumahan dan perjalanan, dan agen-agen Israel bertemu dengannya di luar negeri beberapa kali, termasuk selama perjalanan ke Budapest, menurut pejabat AS yang berbicara kepada New York Times.
Israel memandangnya sebagai aset potensial yang dapat diangkat sebagai pemimpin baru Iran, sehingga mendorong Barnea untuk bertemu dengannya secara pribadi di Budapest. CIA diberi pengarahan tentang rencana tersebut.
Ahmadinejad mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa ia dapat mengambil peran sebagai reformis jika terjadi perubahan rezim atau perang, dengan bantuan kekuatan asing, serupa dengan mantan presiden Rusia, Boris Yeltsin, dan bahkan sampai menormalisasi hubungan dengan Israel sebagai bagian dari Kesepakatan Abraham Presiden AS Donald Trump.
Lihat Juga :