TV Iran Rayakan Kematian Mendadak Senator AS Pro-Israel: 'Dikirim ke Neraka'
Selasa, 14 Juli 2026 - 10:47 WIB
loading...
Penyiar TV pemerintah Iran rayakan kematian mendadak Lindsey Graham, Senator AS penghasut perang dan pendukung utama Israel. Foto/Instagram/dna_india
A
A
A
TEHERAN - Televisi (TV) pemerintah Iran, dalam siarannya, merayakan kematian Lindsey Graham, Senator Amerika Serikat (AS) yang dikenal sebagai pendukung utama Israel. Video siaran televisi tersebut telah viral di media sosial di tengah meningkatnya permusuhan antara Teheran dan Washington.
Graham, senator senior Partai Republik dan salah satu sekutu politik terdekat Presiden AS Donald Trump, meninggal pada hari Sabtu setelah apa yang digambarkan oleh kantornya sebagai "penyakit singkat dan tiba-tiba".
Baca Juga: Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
Dalam klip yang tersebar luas, pembawa acara TV pemerintah Iran menggambarkan Graham sebagai politisi "penghasut perang" dan "anti-Iran" sebelum akhirnya mengucapkan selamat kepada rakyat Iran atas kematiannya.
“Saya mengucapkan selamat kepada bangsa Iran yang hebat atas meninggalnya Lindsey Graham, senator AS penghasut perang dan anti-Iran, yang dikirim ke neraka,” kata pembawa acara TV dalam video tersebut.
Klip itu dibagikan di X oleh Iran International, media pro-oposisi yang berbasis di Inggris. Keaslian video itu belum dapat diverifikasi secara independen.
Graham termasuk pendukung terkuat kebijakan garis keras AS terhadap Iran dan secara konsisten mendukung hubungan strategis yang erat antara Amerika Serikat dan Israel.
Sebagai sekutu lama Trump, senator Carolina Selatan ini mendukung aksi militer terhadap Iran dan merupakan pendukung utama penunjukan hakim pilihan Trump, agenda imigrasi, dan inisiatif kebijakan luar negeri AS.
Sehari sebelum kematiannya, Graham telah mengumumkan kesepakatan dengan pemerintahan Trump untuk melanjutkan paket sanksi baru yang menargetkan Rusia setelah kembali dari kunjungan ke Ukraina.
Setelah kematian senator tersebut, Presiden Trump memberikan penghormatan di media sosial, menyebut Graham sebagai "salah satu orang dan Senator terhebat yang pernah saya kenal."
"Dia selalu bekerja, dan merupakan Patriot Amerika sejati. Lindsey akan sangat dirindukan," tulis Trump, Senin (14/7/2026).
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga berduka atas meninggalnya Graham, menggambarkannya sebagai "sahabat Israel yang hebat" dan "sahabat saya yang terkasih."
Netanyahu mengatakan Graham percaya bahwa keamanan Israel dan Amerika Serikat tidak dapat dipisahkan dan telah mendedikasikan kariernya untuk memperkuat aliansi antara kedua negara dan membela dunia bebas.
Graham, senator senior Partai Republik dan salah satu sekutu politik terdekat Presiden AS Donald Trump, meninggal pada hari Sabtu setelah apa yang digambarkan oleh kantornya sebagai "penyakit singkat dan tiba-tiba".
Baca Juga: Senator AS yang Desak Israel Mengebom Nuklir Gaza Tiba-tiba Meninggal
Dalam klip yang tersebar luas, pembawa acara TV pemerintah Iran menggambarkan Graham sebagai politisi "penghasut perang" dan "anti-Iran" sebelum akhirnya mengucapkan selamat kepada rakyat Iran atas kematiannya.
“Saya mengucapkan selamat kepada bangsa Iran yang hebat atas meninggalnya Lindsey Graham, senator AS penghasut perang dan anti-Iran, yang dikirim ke neraka,” kata pembawa acara TV dalam video tersebut.
Klip itu dibagikan di X oleh Iran International, media pro-oposisi yang berbasis di Inggris. Keaslian video itu belum dapat diverifikasi secara independen.
Graham termasuk pendukung terkuat kebijakan garis keras AS terhadap Iran dan secara konsisten mendukung hubungan strategis yang erat antara Amerika Serikat dan Israel.
Sebagai sekutu lama Trump, senator Carolina Selatan ini mendukung aksi militer terhadap Iran dan merupakan pendukung utama penunjukan hakim pilihan Trump, agenda imigrasi, dan inisiatif kebijakan luar negeri AS.
Sehari sebelum kematiannya, Graham telah mengumumkan kesepakatan dengan pemerintahan Trump untuk melanjutkan paket sanksi baru yang menargetkan Rusia setelah kembali dari kunjungan ke Ukraina.
Setelah kematian senator tersebut, Presiden Trump memberikan penghormatan di media sosial, menyebut Graham sebagai "salah satu orang dan Senator terhebat yang pernah saya kenal."
"Dia selalu bekerja, dan merupakan Patriot Amerika sejati. Lindsey akan sangat dirindukan," tulis Trump, Senin (14/7/2026).
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga berduka atas meninggalnya Graham, menggambarkannya sebagai "sahabat Israel yang hebat" dan "sahabat saya yang terkasih."
Netanyahu mengatakan Graham percaya bahwa keamanan Israel dan Amerika Serikat tidak dapat dipisahkan dan telah mendedikasikan kariernya untuk memperkuat aliansi antara kedua negara dan membela dunia bebas.
(mas)
Lihat Juga :