375 Kg Emas Disita Terkait Korupsi Wakil Menteri
Selasa, 14 Juli 2026 - 09:42 WIB
loading...
Dewan Kehakiman Tertinggi Irak umumkan penyitaan 375 kg emas yang terkait dengan kasus dugaan korupsi Wakil Menteri Perminyakan untuk Urusan Pengolahan, Adnan Al Jumaili. Foto/Iraq News Agency via Al Jazeera
A
A
A
BAGHDAD - Dewan Kehakiman Tertinggi Irak telah mengumumkan penemuan 375 kg emas yang terkait dengan kasus dugaan korupsi Wakil Menteri Perminyakan untuk Urusan Pengolahan, Adnan Al Jumaili. Wakil menteri tersebut telah dipecat pada 2 Juni dan kemudian ditangkap pada 28 Juni.
Hakim Dhia Jafar dari Pengadilan Pidana Anti-Korupsi Pusat mengatakan sebanyak 358 kg emas ditemukan dalam operasi yang melibatkan otoritas regional Kurdistan, di bawah pengawasan Presiden Dewan Kehakiman Tertinggi Faiq Zidan. Tambahan 17 kg emas disita dalam penyelidikan terpisah pada hari yang sama. Rincian operasi tersebut tidak diungkapkan.
Baca Juga: Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Senilai Rp361 Miliar di Dalam Galon Air Minum
Emas yang disita telah diserahkan kepada Departemen Penerbitan dan Perbendaharaan Bank Sentral Irak karena pihak berwenang berupaya melacak aset yang diperoleh secara ilegal.
Hal ini dipandang sebagai perkembangan signifikan dalam operasi pemberantasan korupsi yang meningkat sejak Perdana Menteri baru Irak, Ali Faleh al-Zaidi, dilantik pada bulan Mei.
Sejak saat itu, polisi telah menangkap sejumlah pejabat senior dan menemukan lebih dari USD100 juta uang yang hilang, ditambah barang berharga lainnya.
Aset-aset tersebut terkait dengan penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap al-Jumaili.
Hakim Dhia Jafar dari Pengadilan Pidana Anti-Korupsi Pusat mengatakan sebanyak 358 kg emas ditemukan dalam operasi yang melibatkan otoritas regional Kurdistan, di bawah pengawasan Presiden Dewan Kehakiman Tertinggi Faiq Zidan. Tambahan 17 kg emas disita dalam penyelidikan terpisah pada hari yang sama. Rincian operasi tersebut tidak diungkapkan.
Baca Juga: Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Senilai Rp361 Miliar di Dalam Galon Air Minum
Emas yang disita telah diserahkan kepada Departemen Penerbitan dan Perbendaharaan Bank Sentral Irak karena pihak berwenang berupaya melacak aset yang diperoleh secara ilegal.
Hal ini dipandang sebagai perkembangan signifikan dalam operasi pemberantasan korupsi yang meningkat sejak Perdana Menteri baru Irak, Ali Faleh al-Zaidi, dilantik pada bulan Mei.
Sejak saat itu, polisi telah menangkap sejumlah pejabat senior dan menemukan lebih dari USD100 juta uang yang hilang, ditambah barang berharga lainnya.
Uang Korupsi di Lubang Drainase
Aset-aset tersebut terkait dengan penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap al-Jumaili.
Lihat Juga :