AS Bombarir Iran untuk Keempat Kalinya, Teheran Sebut Kejahatan Perang

Senin, 13 Juli 2026 - 07:14 WIB
loading...
AS Bombarir Iran untuk...
Amerika Serikat kembali membombardir wilayah Iran untuk keempat kalinya dini hari tadi. Teheran menyebutnya sebagai kejahatan perang. Foto/X @CENTCOM
A A A
TEHERAN - Militer Amerika Serikat (AS) kembali membombardir wilayah Iran pada Senin (13/7/2026) dini hari WIB, yang menjadi serangan putaran keempat sejak kedua negara menyepakati gencatan senjata. Amerika berdalih pengeboman ini sebagai respons atas serangan Teheran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

“Pada pukul 17.00 sore ET hari ini [waktu AS], pasukan Komando Pusat AS mulai melancarkan serangan tambahan terhadap Iran untuk terus melemahkan kemampuannya menyerang pelaut sipil dan kapal komersial yang bebas melintasi Selat Hormuz. Panglima Tertinggi telah mengarahkan serangan tersebut untuk meminta pertanggungjawaban pasukan Iran,” kata Komando Pusat AS atau CENTCOM dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: AS Serang Iran Lagi untuk Ketiga Kalinya

Media-media Iran melaporkan ledakan di bagian selatan negara itu, termasuk di kota-kota pelabuhan Bandar Abbas, Sirik, dan Jask, serta di Pulau Qeshm. Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk serangan terbaru Amerika sebagai “kejahatan perang".

Eskalasi terbaru ini semakin merusak nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani kedua negara pada 17 Juni. Sejak penandatanganan itu, kedua pihak saling menuduh melanggar kesepakatan tersebut.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka akan tetap menutup Selat Hormuz yang strategis bagi semua pelayaran sampai AS mengakhiri “intervensi ilegalnya” di wilayah tersebut.

Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengecam "kesepakatan sepihak", dan memperingatkan AS untuk "menepati janji atau membayar harganya."

CENTCOM mengatakan pasukan AS telah menyerang lebih dari 300 target militer selama tiga malam sebelumnya. Pada hari Minggu, Iran menanggapi dengan meluncurkan rudal ke lima negara Teluk Arab yang menjadi tuan rumah pangkalan Amerika.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Selat Hormuz Makin Tidak...
Selat Hormuz Makin Tidak Aman, Harga Minyak Terus Melonjak
Iran Ancam Negara-negara...
Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
Iran, Teokrasi Islam...
Iran, Teokrasi Islam dan Pelajaran bagi Dunia Islam
Breaking News!AS Kembali...
Breaking News!AS Kembali Bombardir Iran Besar-besaran, Tentara dan Warga Tewas
Arab Saudi Terbitkan...
Arab Saudi Terbitkan Paket Visa Elektronik untuk Pelancong Indonesia, Apa Itu?
Rekomendasi
KY Gandeng PPATK Telusuri...
KY Gandeng PPATK Telusuri Transaksi Mencurigakan Hakim
S&P Rilis Peringkat...
S&P Rilis Peringkat Kredit Terbaru Indonesia: Outlook Stabil di BBB/A-2
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps 22: Bagas Makin Sibuk Jalankan Tugasnya sebagai Dokter Keliling
Berita Terkini
Selat Hormuz Makin Tidak...
Selat Hormuz Makin Tidak Aman, Harga Minyak Terus Melonjak
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
Iran Ancam Negara-negara...
Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved