Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
Minggu, 12 Juli 2026 - 11:16 WIB
loading...
A
A
A
Serangan-serangan baru ini memicu kecaman luas dari pemerintah negara-negara Teluk dan Arab.
Arab Saudi mengutuk apa yang disebutnya sebagai pelanggaran berulang Iran terhadap kedaulatan negara-negara tetangga dan memperingatkan bahwa serangan-serangan tersebut mengancam keamanan regional dan melemahkan upaya internasional untuk memulihkan stabilitas.
Uni Emirat Arab, Qatar, dan Mesir juga mengutuk serangan-serangan tersebut dan kembali menyerukan pengekangan, sementara para pemimpin Teluk meningkatkan kontak diplomatik yang bertujuan untuk menghidupkan kembali negosiasi.
Perdana Menteri yang juga Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mengadakan pembicaraan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan, mendesak semua pihak untuk kembali berkomitmen pada diplomasi dan menerapkan kesepahaman sebelumnya yang bertujuan untuk menghentikan konflik.
Di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Jumat, Bahrain menuduh Iran mengeksploitasi diplomasi untuk mengulur waktu sambil terus melakukan operasi militer di seluruh wilayah. Dalam pidatonya di Dewan Keamanan PBB, Duta Besar Bahrain Jamal Al-Rowaiei mengatakan Teheran telah berulang kali melanggar perjanjian internasional, termasuk Memorandum Islamabad yang ditandatangani pada bulan Juni dan resolusi Dewan Keamanan PBB sebelumnya yang menyerukan penghentian serangan terhadap negara-negara regional.
Dia mengatakan penutupan Selat Hormuz oleh Iran dan serangan rudal serta drone yang terus berlanjut terhadap negara-negara Teluk menunjukkan pola di mana diplomasi hanya berfungsi untuk "mengelola krisis dan mengulur waktu" sementara agresi terus berlanjut di lapangan melalui rudal balistik, drone, dan kelompok proksi Iran.
Arab Saudi mengutuk apa yang disebutnya sebagai pelanggaran berulang Iran terhadap kedaulatan negara-negara tetangga dan memperingatkan bahwa serangan-serangan tersebut mengancam keamanan regional dan melemahkan upaya internasional untuk memulihkan stabilitas.
Uni Emirat Arab, Qatar, dan Mesir juga mengutuk serangan-serangan tersebut dan kembali menyerukan pengekangan, sementara para pemimpin Teluk meningkatkan kontak diplomatik yang bertujuan untuk menghidupkan kembali negosiasi.
Perdana Menteri yang juga Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mengadakan pembicaraan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan, mendesak semua pihak untuk kembali berkomitmen pada diplomasi dan menerapkan kesepahaman sebelumnya yang bertujuan untuk menghentikan konflik.
Di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada hari Jumat, Bahrain menuduh Iran mengeksploitasi diplomasi untuk mengulur waktu sambil terus melakukan operasi militer di seluruh wilayah. Dalam pidatonya di Dewan Keamanan PBB, Duta Besar Bahrain Jamal Al-Rowaiei mengatakan Teheran telah berulang kali melanggar perjanjian internasional, termasuk Memorandum Islamabad yang ditandatangani pada bulan Juni dan resolusi Dewan Keamanan PBB sebelumnya yang menyerukan penghentian serangan terhadap negara-negara regional.
Dia mengatakan penutupan Selat Hormuz oleh Iran dan serangan rudal serta drone yang terus berlanjut terhadap negara-negara Teluk menunjukkan pola di mana diplomasi hanya berfungsi untuk "mengelola krisis dan mengulur waktu" sementara agresi terus berlanjut di lapangan melalui rudal balistik, drone, dan kelompok proksi Iran.
(mas)
Lihat Juga :