Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:03 WIB
loading...
A A A
Salah satu opsi adalah menonaktifkan S-400 dengan melepas komponen-komponen kunci dan menyimpannya di lokasi yang aman berkoordinasi dengan pemerintah AS, beberapa sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada MEE.

Namun, opsi tersebut kemudian dianggap tidak cukup sebagai solusi akhir, karena hanya dapat mengamankan pengecualian dan bukan penghentian penuh sanksi yang dikenakan pada Ankara.

Sumber-sumber Rusia dan Turki yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada MEE bahwa negosiasi mengenai penjualan kembali sistem tersebut ke negara ketiga, UEA, telah berlangsung selama berbulan-bulan.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, Kremlin mengkonfirmasi laporan bahwa mereka sedang bernegosiasi dengan Turki mengenai penjualan sistem tersebut ke negara ketiga. Dmitry Peskov, juru bicara kepresidenan, mengatakan bahwa masalah ini sangat sensitif dan konsultasi akan terus berlanjut untuk saat ini.

“Tanggapan Moskow terhadap gagasan Turki untuk menjual sistem tersebut ke negara ketiga adalah: mengapa tidak?” kata sebuah sumber Rusia. “Ada beberapa detail yang perlu diselesaikan, dan keputusan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin harus dibuat.”

Sumber tersebut menambahkan bahwa jika UEA akhirnya melakukan pembelian, akan sangat penting bagi Rusia untuk sepenuhnya menerima dan mematuhi ketentuan kontrak yang ditandatangani dengan Ankara. “Moskow akan meneliti hal ini,” kata sumber tersebut.

Beberapa sumber Turki menunjukkan bahwa UEA sudah mengoperasikan beberapa sistem pertahanan udara Rusia, seperti Pantsir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Erdogan Beri Hadiah...
Erdogan Beri Hadiah Pistol dengan Peluru Aktif kepada Para Pemimpin NATO, Ini Maksudnya
Setelah Turki, Giliran...
Setelah Turki, Giliran Mesir Tolak Masuk Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Usai Hengkang dari OPEC,...
Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari
Pemakaman Ali Khamenei...
Pemakaman Ali Khamenei Disesaki Jutaan Pelayat, 50 Ribu Orang Jalani Perawatan Medis
Israel Hancurkan 90%...
Israel Hancurkan 90% Wilayah Gaza, Runtuhkan Banyak Bangunan di Masa Gencatan Senjata
Rekomendasi
KH Hasanuddin Kriyani...
KH Hasanuddin Kriyani Resmi Menjadi Sesepuh Pondok Buntet Pesantren
Heboh Email AFA Diretas...
Heboh Email AFA Diretas Sebut Argentina Diuntungkan Wasit
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps. 9: Rendi Mulai Curiga Pada Laura
Berita Terkini
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
Infografis
Ini Alasan Mengapa Tanaman...
Ini Alasan Mengapa Tanaman Ganja Harus Ditanam di Ketinggian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved