AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Jum'at, 10 Juli 2026 - 21:31 WIB
loading...
Komando Pusat AS (CENTCOM) memulai Operasi Epic Fury, atas arahan Presiden Amerika Serikat di Tampa, Florida, Amerika Serikat pada 28 Februari 2026. Foto/US CENTCOM/Anadolu Agency
A
A
A
TEHERAN - Pada hari kedua berturut-turut dari serangan di Iran, Amerika Serikat menyerang jembatan kereta api strategis di Iran utara yang menghubungkannya ke China dan Rusia. Kabar itu diungkap kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency, Kamis (9/7/2026).
Serangan rudal jelajah tersebut menargetkan jembatan kereta api Ogtay Khan di provinsi Golestan timur laut pada Kamis pagi, tambah kantor berita tersebut.
Kantor berita tersebut menggambarkan jembatan itu sebagai titik strategis di koridor kereta api yang menghubungkan China, Turkmenistan, dan Iran.
Serangan yang dilaporkan itu terjadi ketika Iran menangguhkan layanan kereta api penumpang antara Teheran dan kota Mashhad di timur laut setelah serangan AS-Israel di sebagian jalur tersebut.
Perusahaan kereta api negara Iran mengatakan kru perbaikan telah dikirim ke lokasi dan penumpang yang terlantar akan diangkut melalui jalan darat ke Mashhad.
Komando Pusat militer AS mengatakan pasukan Amerika telah melancarkan serangan tambahan ke Iran untuk lebih melemahkan kemampuan Teheran untuk mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Pada tanggal 17 Juni, Iran dan AS mencapai kesepakatan kerangka kerja yang dimediasi Pakistan, yang bertujuan mengakhiri konflik militer mereka dan membuka jalan bagi perjanjian perdamaian yang langgeng.
Namun, pada hari Rabu, Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan itu "telah berakhir," yang secara efektif memicu babak baru konfrontasi militer.
Baca juga: Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
Serangan rudal jelajah tersebut menargetkan jembatan kereta api Ogtay Khan di provinsi Golestan timur laut pada Kamis pagi, tambah kantor berita tersebut.
Kantor berita tersebut menggambarkan jembatan itu sebagai titik strategis di koridor kereta api yang menghubungkan China, Turkmenistan, dan Iran.
Serangan yang dilaporkan itu terjadi ketika Iran menangguhkan layanan kereta api penumpang antara Teheran dan kota Mashhad di timur laut setelah serangan AS-Israel di sebagian jalur tersebut.
Perusahaan kereta api negara Iran mengatakan kru perbaikan telah dikirim ke lokasi dan penumpang yang terlantar akan diangkut melalui jalan darat ke Mashhad.
Komando Pusat militer AS mengatakan pasukan Amerika telah melancarkan serangan tambahan ke Iran untuk lebih melemahkan kemampuan Teheran untuk mengancam kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Pada tanggal 17 Juni, Iran dan AS mencapai kesepakatan kerangka kerja yang dimediasi Pakistan, yang bertujuan mengakhiri konflik militer mereka dan membuka jalan bagi perjanjian perdamaian yang langgeng.
Namun, pada hari Rabu, Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan itu "telah berakhir," yang secara efektif memicu babak baru konfrontasi militer.
Baca juga: Juru Bicara Hamas Lolos dari Serangan Israel, Warga Sipil Tewas Dirudal Zionis di Kota Gaza
(sya)
Lihat Juga :