Erdogan Beri Hadiah Pistol dengan Peluru Aktif kepada Para Pemimpin NATO, Ini Maksudnya

Jum'at, 10 Juli 2026 - 15:01 WIB
loading...
Erdogan Beri Hadiah...
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberi hadiah pistol dengan peluru aktif kepada para pemimpin NATO saat KTT aliansi tersebut di Ankara. Foto/Hurriyet Daily
A A A
ANKARA - Para pemimpin negara-negara NATO terkejut ketika mengetahui bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberikan hadiah masing-masing sebuah pistol sebagai kado perpisahan setelah KTT aliansi tersebut di Ankara.

Setiap pemimpin menerima kotak kayu berisi pistol antik yang diukir dengan nama mereka dan peluru aktif aktif.

Baca Juga: Kapal Pesiar Supermewah Diduga Milik Putin Muncul Dikawal Kapal Perang Rusia, Dibuntuti Pasukan NATO

Erdogan memberikan hadiah tak biasa itu dengan maksud ingin memamerkan industri pertahanan Turki, yang telah menjadi alat ekspor dan kebijakan luar negeri utama.

Gambar yang dibagikan oleh beberapa pemimpin NATO menunjukkan apa yang tampak seperti Gumusay .357 Magnum, sebuah pistol enam peluru langka yang diproduksi oleh pembuat senjata Turki; MKE, pada tahun 1990-an.

Pistol itu diletakkan dalam kotak pajangan kayu, bergaris hitam, menampilkan bendera Turki dan logo NATO serta plakat bertuliskan "Gumusay, pistol tipe revolver pertama yang diproduksi di negara kita" dalam bahasa Turki dan Inggris.

Di samping pistol tersebut terdapat enam peluru aktif dan catatan yang mengecualikan senjata tersebut dari kontrol ekspor.

Apa yang Dilakukan Para Pemimpin NATO dengan Sebuah Pistol?


Gambar-gambar tersebut dibagikan oleh kantor Presiden Lithuania Gitanas Nauseda.

Apa yang dilakukan seorang pemimpin dunia dengan sebuah pistol dan enam peluru? Itulah dilema yang dihadapi para pemimpin NATO setelah menerima hadiah yang tidak biasa tersebut. Beberapa revolver, termasuk milik Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Kanselir Jerman Friedrich Merz, dan Perdana Menteri Belanda Rob Jetten, untuk saat ini masih berada di ibu kota Turki, dan itu bukan tanpa alasan.

Tergantung pada hukum yang berlaku, pengangkutan senjata api seringkali jauh dari mudah, terutama ketika senjata tersebut berfungsi penuh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Setelah Turki, Giliran...
Setelah Turki, Giliran Mesir Tolak Masuk Kapal Pesiar Pembawa 2.000 Penumpang LGBTQ
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
AS Diperkirakan Akan...
AS Diperkirakan Akan Pasok 6 Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
Info Resmi Undian AQUA...
Info Resmi Undian AQUA Terbaru, Cek Sebelum Klaim Hadiah di AQUA 100% Untung!
Usai Serangan Udara...
Usai Serangan Udara AS, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Tinggalkan Irak Kembali ke Teheran
Intelijen Israel Bisiki...
Intelijen Israel Bisiki AS, Iran Ingin Bunuh Trump
Rekomendasi
Alarm Bahaya untuk Argentina...
Alarm Bahaya untuk Argentina Jelang Perempat Final Piala Dunia 2026
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Pimpinan KPK Sempat...
Pimpinan KPK Sempat Diundang ke Polda Metro Soal Penanganan 3 Kasus Korupsi, Bahas Ambil Alih Perkara
Berita Terkini
Bagaimana Rencana Baru...
Bagaimana Rencana Baru Iran Bunuh Trump Terungkap?
AS dan Iran Akan Kembali...
AS dan Iran Akan Kembali ke Meja Perundingan, tapi Trump punya 1 Syarat, Apa Itu?
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Infografis
Simak! Ini 5 Negara...
Simak! Ini 5 Negara NATO dengan Militer Terkuat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved