Horor! Siswa Daratkan Pesawat Sendirian usai Instruktur Pilot Lompat Bunuh Diri
Jum'at, 10 Juli 2026 - 10:41 WIB
loading...
Leandro Andrés Bertazzo (42), instruktur pilot yang lompat bunuh diri di tengah penerbangan dan meninggalkan siswanya sendirian. Siswa itu berhasil mendaratkan pesawat. Foto/Leandro Bertazzo via Gulf News
A
A
A
TOLEDO - Seorang instruktur penerbangan dan siswanya lepas landas dari sekolah penerbangan di luar Cordoba, Argentina, untuk penerbangan pelatihan rutin. Beberapa menit kemudian, siswa tersebut mendapati dirinya terbang sendirian.
Menurut jaksa setempat, instruktur berusia 42 tahun, Leandro Andrés Bertazzo, melepas headset-nya, melepaskan sabuk pengaman, dan membuka pintu pesawat saat Cessna terbang pada ketinggian sekitar 850 kaki.
Baca Juga: Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Dia menoleh ke siswanya untuk terakhir kalinya. "Kau tahu apa yang harus kau lakukan. Lanjutkan," katanya.
Kemudian Bertazzo melompat keluar dari pesawat. Dia bunuh diri.
Siswa peserta pelatihan pilot berusia 22 tahun, yang hanya diidentifikasi sebagai Rosario, ditinggalkan sendirian di kokpit.
Apa yang terjadi selanjutnya kini menjadi pusat penyelidikan yang telah mengejutkan komunitas penerbangan Argentina.
Rosario berhasil mengendalikan pesawat cukup lama untuk membawanya kembali ke lapangan terbang dengan selamat. Setelah mendarat, dia memberi tahu layanan darurat dan membantu penyelidik mengidentifikasi area tempat dia yakin instrukturnya melompat bunuh diri.
Jenazah Bertazzo kemudian ditemukan di dekat kota Toledo, provinsi Cordoba.
Insiden itu terjadi pada 4 Juli, tetapi jaksa baru mengungkapkan detailnya seiring berlanjutnya penyelidikan, seperti dikutip dari Gulf News, Jumat (10/7/2026).
Pihak berwenang belum mengindikasikan bahwa ada orang lain yang terlibat, dan belum ada tuntutan pidana yang diajukan. Penyelidik berfokus pada rekonstruksi momen-momen terakhir instruktur tersebut.
Di Flying Parrot Cordoba, tempat Bertazzo bekerja sebagai instruktur, rekan-rekannya mengatakan tragedi itu terjadi tanpa peringatan.
Direktur sekolah, Eduardo Álvarez, mengatakan kepada penyiar TN bahwa Bertazzo telah menyelesaikan pelajaran lain sebelumnya pada hari itu dan berperilaku normal. Tidak ada, katanya, yang menunjukkan penerbangan akan berakhir seperti itu.
"Dia membuat keputusan tragis ini di dalam pesawat dengan orang lain di sisinya," kata Álvarez, menggambarkan insiden itu sebagai sesuatu yang sulit dipahami.
Keluarga instruktur kemudian mengungkapkan bahwa dia sedang berjuang secara pribadi. Ayahnya mengatakan kepada media lokal bahwa Bertazzo telah mencari perawatan psikiatri sebelum kematiannya, informasi yang menurut rekan-rekannya tidak mereka ketahui.
Kasus ini telah menarik perhatian jauh di luar Argentina karena apa yang terjadi setelah Bertazzo meninggalkan pesawat.
Pilot siswa dilatih untuk menanggapi keadaan darurat, mulai dari kerusakan mesin hingga cuaca buruk. Mereka tidak dilatih untuk mengharapkan instruktur di samping mereka menghilang di tengah penerbangan.
Meskipun terkejut, Rosario menyelesaikan pendaratan solo yang tidak direncanakan, sebuah keputusan yang oleh para profesional penerbangan digambarkan sebagai luar biasa dalam keadaan tersebut.
Para penyelidik terus memeriksa catatan penerbangan, pernyataan saksi, dan bukti dari tempat kejadian saat mereka berupaya menentukan apa yang menyebabkan salah satu tragedi penerbangan paling tidak biasa di negara tersebut.
Menurut jaksa setempat, instruktur berusia 42 tahun, Leandro Andrés Bertazzo, melepas headset-nya, melepaskan sabuk pengaman, dan membuka pintu pesawat saat Cessna terbang pada ketinggian sekitar 850 kaki.
Baca Juga: Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Dia menoleh ke siswanya untuk terakhir kalinya. "Kau tahu apa yang harus kau lakukan. Lanjutkan," katanya.
Kemudian Bertazzo melompat keluar dari pesawat. Dia bunuh diri.
Siswa peserta pelatihan pilot berusia 22 tahun, yang hanya diidentifikasi sebagai Rosario, ditinggalkan sendirian di kokpit.
Apa yang terjadi selanjutnya kini menjadi pusat penyelidikan yang telah mengejutkan komunitas penerbangan Argentina.
Rosario berhasil mengendalikan pesawat cukup lama untuk membawanya kembali ke lapangan terbang dengan selamat. Setelah mendarat, dia memberi tahu layanan darurat dan membantu penyelidik mengidentifikasi area tempat dia yakin instrukturnya melompat bunuh diri.
Jenazah Bertazzo kemudian ditemukan di dekat kota Toledo, provinsi Cordoba.
Insiden itu terjadi pada 4 Juli, tetapi jaksa baru mengungkapkan detailnya seiring berlanjutnya penyelidikan, seperti dikutip dari Gulf News, Jumat (10/7/2026).
Pihak berwenang belum mengindikasikan bahwa ada orang lain yang terlibat, dan belum ada tuntutan pidana yang diajukan. Penyelidik berfokus pada rekonstruksi momen-momen terakhir instruktur tersebut.
Di Flying Parrot Cordoba, tempat Bertazzo bekerja sebagai instruktur, rekan-rekannya mengatakan tragedi itu terjadi tanpa peringatan.
Direktur sekolah, Eduardo Álvarez, mengatakan kepada penyiar TN bahwa Bertazzo telah menyelesaikan pelajaran lain sebelumnya pada hari itu dan berperilaku normal. Tidak ada, katanya, yang menunjukkan penerbangan akan berakhir seperti itu.
"Dia membuat keputusan tragis ini di dalam pesawat dengan orang lain di sisinya," kata Álvarez, menggambarkan insiden itu sebagai sesuatu yang sulit dipahami.
Keluarga instruktur kemudian mengungkapkan bahwa dia sedang berjuang secara pribadi. Ayahnya mengatakan kepada media lokal bahwa Bertazzo telah mencari perawatan psikiatri sebelum kematiannya, informasi yang menurut rekan-rekannya tidak mereka ketahui.
Kasus ini telah menarik perhatian jauh di luar Argentina karena apa yang terjadi setelah Bertazzo meninggalkan pesawat.
Pilot siswa dilatih untuk menanggapi keadaan darurat, mulai dari kerusakan mesin hingga cuaca buruk. Mereka tidak dilatih untuk mengharapkan instruktur di samping mereka menghilang di tengah penerbangan.
Meskipun terkejut, Rosario menyelesaikan pendaratan solo yang tidak direncanakan, sebuah keputusan yang oleh para profesional penerbangan digambarkan sebagai luar biasa dalam keadaan tersebut.
Para penyelidik terus memeriksa catatan penerbangan, pernyataan saksi, dan bukti dari tempat kejadian saat mereka berupaya menentukan apa yang menyebabkan salah satu tragedi penerbangan paling tidak biasa di negara tersebut.
(mas)
Lihat Juga :