Horor! Siswa Daratkan Pesawat Sendirian usai Instruktur Pilot Lompat Bunuh Diri
Jum'at, 10 Juli 2026 - 10:41 WIB
loading...
A
A
A
Rosario berhasil mengendalikan pesawat cukup lama untuk membawanya kembali ke lapangan terbang dengan selamat. Setelah mendarat, dia memberi tahu layanan darurat dan membantu penyelidik mengidentifikasi area tempat dia yakin instrukturnya melompat bunuh diri.
Jenazah Bertazzo kemudian ditemukan di dekat kota Toledo, provinsi Cordoba.
Insiden itu terjadi pada 4 Juli, tetapi jaksa baru mengungkapkan detailnya seiring berlanjutnya penyelidikan, seperti dikutip dari Gulf News, Jumat (10/7/2026).
Pihak berwenang belum mengindikasikan bahwa ada orang lain yang terlibat, dan belum ada tuntutan pidana yang diajukan. Penyelidik berfokus pada rekonstruksi momen-momen terakhir instruktur tersebut.
Di Flying Parrot Cordoba, tempat Bertazzo bekerja sebagai instruktur, rekan-rekannya mengatakan tragedi itu terjadi tanpa peringatan.
Direktur sekolah, Eduardo Álvarez, mengatakan kepada penyiar TN bahwa Bertazzo telah menyelesaikan pelajaran lain sebelumnya pada hari itu dan berperilaku normal. Tidak ada, katanya, yang menunjukkan penerbangan akan berakhir seperti itu.
"Dia membuat keputusan tragis ini di dalam pesawat dengan orang lain di sisinya," kata Álvarez, menggambarkan insiden itu sebagai sesuatu yang sulit dipahami.
Jenazah Bertazzo kemudian ditemukan di dekat kota Toledo, provinsi Cordoba.
Insiden itu terjadi pada 4 Juli, tetapi jaksa baru mengungkapkan detailnya seiring berlanjutnya penyelidikan, seperti dikutip dari Gulf News, Jumat (10/7/2026).
Pihak berwenang belum mengindikasikan bahwa ada orang lain yang terlibat, dan belum ada tuntutan pidana yang diajukan. Penyelidik berfokus pada rekonstruksi momen-momen terakhir instruktur tersebut.
Di Flying Parrot Cordoba, tempat Bertazzo bekerja sebagai instruktur, rekan-rekannya mengatakan tragedi itu terjadi tanpa peringatan.
Direktur sekolah, Eduardo Álvarez, mengatakan kepada penyiar TN bahwa Bertazzo telah menyelesaikan pelajaran lain sebelumnya pada hari itu dan berperilaku normal. Tidak ada, katanya, yang menunjukkan penerbangan akan berakhir seperti itu.
"Dia membuat keputusan tragis ini di dalam pesawat dengan orang lain di sisinya," kata Álvarez, menggambarkan insiden itu sebagai sesuatu yang sulit dipahami.
Lihat Juga :