Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir

Kamis, 09 Juli 2026 - 10:12 WIB
loading...
A A A
Namun dalam praktiknya, perusahaan kurir dapat membebankan biaya tersebut kepada konsumen akhir sebagai bagian dari proses pengiriman.

Pengecualian berlaku bagi transaksi yang menggunakan sistem Import One Stop Shop (IOSS), di mana pajak pertambahan nilai telah dipungut pada saat pembelian sehingga proses impor menjadi lebih sederhana.

Transparansi Rantai Pasok


Selain perubahan tarif, Uni Eropa juga memperkenalkan sistem identifikasi produk baru yang dikenal sebagai Product Identifier (PID).

Kode ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan pelacakan dan mempermudah pemeriksaan kepabeanan terhadap isi paket yang masuk dari luar kawasan.

Penggunaan PID akan bersifat sukarela selama masa transisi mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2026 sebelum menjadi kewajiban penuh pada 1 November 2026.

Otoritas berharap sistem tersebut dapat mengurangi praktik deklarasi palsu mengenai isi barang dan meningkatkan transparansi rantai pasok.

Perubahan aturan ini diperkirakan akan mendorong perusahaan e-commerce besar untuk memperluas penggunaan gudang di dalam wilayah Uni Eropa.

Dengan mengirim barang dalam jumlah besar ke pusat distribusi di negara anggota terlebih dahulu, perusahaan dapat menyelesaikan proses kepabeanan sekaligus sebelum mendistribusikan produk kepada konsumen di berbagai negara Eropa.

Dengan model tersebut, pengiriman akhir kepada pelanggan tidak lagi dianggap sebagai impor dari negara ketiga.

Langkah itu berpotensi mempercepat waktu pengiriman sekaligus mengurangi biaya administratif bagi konsumen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dikuburkan Hari Ini di Tengah Serangan AS terhadap Iran
AS Diperkirakan Akan...
AS Diperkirakan Akan Pasok 6 Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Trump Ketar-ketir Nyawanya...
Trump Ketar-ketir Nyawanya Terancam, Sebut Iran Berencana Membunuhnya
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Beruntun, Ledakan Terjadi di Mana-mana
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
Usai Serangan Udara...
Usai Serangan Udara AS, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Tinggalkan Irak Kembali ke Teheran
Horor! 900 Ular Lepas...
Horor! 900 Ular Lepas dari Peternakan akibat Banjir di China, Gigit Warga
Rekomendasi
Azzedine Ounahi, Dari...
Azzedine Ounahi, Dari Jalanan Casablanca Sampai Diingat Dunia
Pengamanan di Polda...
Pengamanan di Polda Metro Diperketat usai Penggeledahan, Puluhan Brimob Bersenjata Siaga
Bangun Pendidikan Hukum,...
Bangun Pendidikan Hukum, Peradi Profesional Gandeng 112 PTN dan PTS se- Indonesia
Berita Terkini
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dikuburkan Hari Ini di Tengah Serangan AS terhadap Iran
Infografis
Birokrasi Rumit, Banyak...
Birokrasi Rumit, Banyak Bisnis Hengkang dari Uni Eropa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved