Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?

Selasa, 07 Juli 2026 - 20:48 WIB
loading...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, dan Direktur Kantor Media Pemerintah di Gaza, Ismail Al-Thawabta, menyampaikan pernyataan pers di luar Rumah Sakit Martir Al-Aqsa. Foto/anadolu
A A A
JALUR GAZA - Setelah hampir dua dekade memerintah Jalur Gaza, Hamas mengumumkan akan membubarkan pemerintahannya dan menyerahkan kekuasaan kepada otoritas pemerintahan teknokrat Palestina yang baru. Langkah ini terjadi ketika proses perdamaian yang didukung Amerika Serikat, yang menghasilkan gencatan senjata tahun lalu, sebagian besar terhenti dan pembombardiran Israel terhadap Jalur Gaza terus berlanjut.

Para analis mengatakan Hamas kemungkinan ingin menekan Israel dengan menggunakan tindakan ini untuk menarik perhatian Presiden AS Donald Trump, dan menunjukkan kelompok tersebut berkomitmen menyerahkan pemerintahan dan memungkinkan pembangunan kembali Gaza yang hancur secara damai.

“Kami berharap langkah penting di lapangan ini akan membantu mengakhiri agresi, menghentikan genosida, mengamankan penarikan tentara Israel dari Jalur Gaza, membuka kembali penyeberangan untuk memungkinkan masuknya truk bantuan dan mengakhiri kebijakan kelaparan,” kata Ismail al-Thawabta, direktur jenderal Kantor Media Pemerintah, kepada Al Jazeera pada hari Senin, setelah konferensi pers besar.

Sebanyak 1.005 orang telah tewas di Gaza sejak gencatan senjata yang dimediasi AS disepakati pada Oktober 2025, dan 73.098 orang telah tewas secara total sejak perang Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023.

Selain itu, Israel terus mengendalikan sekitar 70% Jalur Gaza yang terkepung, memaksa warga Palestina untuk tinggal di daerah-daerah kecil dan padat yang tersisa.

Berikut yang kita ketahui tentang langkah terbaru Hamas dan seperti apa otoritas Gaza yang baru yang dikelola Palestina nantinya.

Apa yang telah Diumumkan Hamas?


Berbicara kepada wartawan di halaman Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir el-Balah, Gaza tengah, al-Thawabta mengatakan kepala administrasi Hamas, Mohammed al-Farra, telah mengundurkan diri dari jabatannya pada hari Senin dan Hamas akan mentransfer kekuasaan kepada Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) –komite teknis yang dikelola Palestina yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai bagian dari gencatan senjata yang dimediasi AS.

Al-Thawabta mengatakan hanya “staf teknis dan profesional” yang akan tetap berada di pos mereka untuk menjaga kelancaran urusan sehari-hari di Jalur Gaza.

“Semua karyawan yang bekerja di bidang penyediaan layanan adalah ‘pegawai negeri’ dan sepenuhnya siap untuk bekerja di bawah Komite Nasional untuk Administrasi Gaza,” katanya.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyebut langkah tersebut sebagai “langkah maju yang positif dalam upaya mengimplementasikan kesepakatan gencatan senjata”.

Baca juga: 3 Alasan Pemakaman Khamenei Bisa Pecahkan Rekor Sejarah, Dihadiri 15 Juta Orang
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
3 Alasan Pemakaman Khamenei...
3 Alasan Pemakaman Khamenei Bisa Pecahkan Rekor Sejarah, Dihadiri 15 Juta Orang
Perang Bikin Jalur Suku...
Perang Bikin Jalur Suku Bunga Bank Sentral Terkunci di Level Tertinggi, Era Pinjaman Murah Berakhir
BNPB: Kebakaran Hutan...
BNPB: Kebakaran Hutan di Banjarbaru Meluas hingga 3,7 Hektare, Tak Ada Korban
Iran Tembak Kapal Tanker...
Iran Tembak Kapal Tanker di Selat Hormuz, AS Akan Balas
Rekomendasi
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
Kejati Jakarta Tetapkan...
Kejati Jakarta Tetapkan Tersangka Baru Perkara Proyek Fiktif di Kementerian PU, Negara Rugi Rp16 Miliar
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
Berita Terkini
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved