Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
Selasa, 07 Juli 2026 - 19:27 WIB
loading...
Seorang tentara Israel terlihat menghancurkan patung Yesus di Lebanon selatan. Foto/medsos
A
A
A
BEIRUT - Para pejabat di Lebanon selatan secara tegas menolak klaim Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa desa-desa Kristen di sepanjang perbatasan meminta dicaplok Israel. Mereka menyebut klaim Netanyahu itu sepenuhnya dibuat-buat.
“Klaim ini sama sekali tidak benar,” ujar Hanna al-Amil, wali kota desa Rmeiche yang mayoritas penduduknya Kristen Maronit, kepada Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA).
“Tidak ada desa Kristen yang mengajukan permintaan ini seperti yang diklaim Netanyahu,” katanya.
Netanyahu pada hari Minggu mengklaim beberapa komunitas Kristen di Lebanon selatan telah meminta dianeksasi oleh Israel sebagai imbalan atas perlindungan dari Hizbullah.
Al-Amil menolak klaim tersebut mentah-mentah. “Permintaan seperti itu sama sekali tidak mungkin,” katanya.
Dia menambahkan 15 desa Kristen telah secara terbuka menolak pernyataan perdana menteri Israel tersebut.
“Desa-desa Kristen adalah jantung Lebanon, berdenyut dengan patriotisme, keterikatan pada tanah air, dan identitas Lebanon,” ungkap dia.
Rmeiche, rumah bagi sekitar 7.000 umat Kristen Maronit, terletak di distrik Bint Jbeil dan merupakan desa mayoritas Kristen paling selatan di Lebanon. Desa itu hanya berjarak singkat dari perbatasan Israel.
Komentar wali kota muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah berbulan-bulan operasi militer Israel di Lebanon selatan dan perjanjian kerangka kerja yang dimediasi AS yang ditandatangani pada 26 Juni, yang dimaksudkan untuk memfasilitasi penarikan bertahap Israel dari wilayah Lebanon.
Terlepas dari perjanjian itu, pasukan Israel terus melakukan serangan drone dan operasi militer hampir setiap hari di Lebanon selatan.
Menurut angka resmi Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan lebih dari 4.300 orang dan melukai lebih dari 12.000 lainnya.
Pasukan penjajahan Israel juga terus menduduki beberapa wilayah di Lebanon selatan, termasuk wilayah yang direbut selama konflik sebelumnya serta posisi yang direbut selama perang terbaru.
Baca juga: 3 Alasan Pemakaman Khamenei Bisa Pecahkan Rekor Sejarah, Dihadiri 15 Juta Orang
“Klaim ini sama sekali tidak benar,” ujar Hanna al-Amil, wali kota desa Rmeiche yang mayoritas penduduknya Kristen Maronit, kepada Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA).
“Tidak ada desa Kristen yang mengajukan permintaan ini seperti yang diklaim Netanyahu,” katanya.
Netanyahu pada hari Minggu mengklaim beberapa komunitas Kristen di Lebanon selatan telah meminta dianeksasi oleh Israel sebagai imbalan atas perlindungan dari Hizbullah.
Al-Amil menolak klaim tersebut mentah-mentah. “Permintaan seperti itu sama sekali tidak mungkin,” katanya.
Dia menambahkan 15 desa Kristen telah secara terbuka menolak pernyataan perdana menteri Israel tersebut.
“Desa-desa Kristen adalah jantung Lebanon, berdenyut dengan patriotisme, keterikatan pada tanah air, dan identitas Lebanon,” ungkap dia.
Komunitas Perbatasan
Rmeiche, rumah bagi sekitar 7.000 umat Kristen Maronit, terletak di distrik Bint Jbeil dan merupakan desa mayoritas Kristen paling selatan di Lebanon. Desa itu hanya berjarak singkat dari perbatasan Israel.
Komentar wali kota muncul di tengah meningkatnya ketegangan setelah berbulan-bulan operasi militer Israel di Lebanon selatan dan perjanjian kerangka kerja yang dimediasi AS yang ditandatangani pada 26 Juni, yang dimaksudkan untuk memfasilitasi penarikan bertahap Israel dari wilayah Lebanon.
Terlepas dari perjanjian itu, pasukan Israel terus melakukan serangan drone dan operasi militer hampir setiap hari di Lebanon selatan.
Menurut angka resmi Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan lebih dari 4.300 orang dan melukai lebih dari 12.000 lainnya.
Pasukan penjajahan Israel juga terus menduduki beberapa wilayah di Lebanon selatan, termasuk wilayah yang direbut selama konflik sebelumnya serta posisi yang direbut selama perang terbaru.
Baca juga: 3 Alasan Pemakaman Khamenei Bisa Pecahkan Rekor Sejarah, Dihadiri 15 Juta Orang
(sya)
Lihat Juga :