Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
Selasa, 07 Juli 2026 - 18:29 WIB
loading...
Pemandangan Jembatan Raja Hussein (Allenby) yang kosong karena Israel telah menutup penyeberangan tersebut hingga pemberitahuan lebih lanjut, yang merupakan satu-satunya rute bagi warga Palestina untuk meninggalkan negara itu di Jericho, Tepi Barat pada 2
A
A
A
TEL AVIV - Israel telah menyelesaikan pembentukan Direktorat Wilayah Timur, yang bertujuan memimpin apa yang digambarkan sebagai inisiatif keamanan dan sipil yang luas di sepanjang perbatasan darat terpanjangnya dengan Yordania. Langkah ini termasuk rencana membangun sekitar 40 pos permukiman baru.
Menurut Maariv, Kementerian Pertahanan Israel membentuk Direktorat Wilayah Timur pada awal tahun ini.
Kementerian mengatakan badan tersebut dibentuk untuk mengkoordinasikan dan mengawasi pekerjaan berbagai departemennya di wilayah timur dengan kementerian pemerintah dan otoritas negara.
Dalam beberapa minggu terakhir, direktorat telah melakukan kunjungan lapangan ke daerah tersebut dan mengadakan lokakarya strategis yang dihadiri puluhan anggota parlemen dan pejabat senior pemerintah.
Direktur Jenderal kementerian, Mayor Jenderal (purnawirawan) Amir Baram, mengatakan kepada forum direktur kementerian pada hari Minggu bahwa wilayah timur, sebagai perbatasan darat terpanjang Israel, merupakan wilayah yang rentan terhadap serangan.
“Karena wilayah ini sudah bertahun-tahun bukan prioritas nasional, respons pemerintah membutuhkan mobilisasi penuh dari semua kementerian dan otoritas untuk mengembangkan infrastruktur perbatasan dan pertahanan, serta transportasi, pemukiman, dan industri,” katanya.
Forum yang diadakan pada hari Minggu di markas Kementerian Pertahanan Kirya di Tel Aviv ini menandai selesainya pembentukan direktorat tersebut.
Forum ini dihadiri direktur jenderal dari beberapa kementerian pemerintah, perwakilan dari Perusahaan Listrik Israel, Otoritas Air, Organisasi Zionis Dunia, Jenderal Garda Yudisial, Wakil Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan, pejabat senior Kementerian Pertahanan, kepala departemen, dan komandan divisi militer Israel yang baru-baru ini dibentuk di wilayah timur.
Baca juga: 3 Alasan Pemakaman Khamenei Bisa Pecahkan Rekor Sejarah, Dihadiri 15 Juta Orang
Menurut Maariv, Kementerian Pertahanan Israel membentuk Direktorat Wilayah Timur pada awal tahun ini.
Kementerian mengatakan badan tersebut dibentuk untuk mengkoordinasikan dan mengawasi pekerjaan berbagai departemennya di wilayah timur dengan kementerian pemerintah dan otoritas negara.
Dalam beberapa minggu terakhir, direktorat telah melakukan kunjungan lapangan ke daerah tersebut dan mengadakan lokakarya strategis yang dihadiri puluhan anggota parlemen dan pejabat senior pemerintah.
Direktur Jenderal kementerian, Mayor Jenderal (purnawirawan) Amir Baram, mengatakan kepada forum direktur kementerian pada hari Minggu bahwa wilayah timur, sebagai perbatasan darat terpanjang Israel, merupakan wilayah yang rentan terhadap serangan.
“Karena wilayah ini sudah bertahun-tahun bukan prioritas nasional, respons pemerintah membutuhkan mobilisasi penuh dari semua kementerian dan otoritas untuk mengembangkan infrastruktur perbatasan dan pertahanan, serta transportasi, pemukiman, dan industri,” katanya.
Forum yang diadakan pada hari Minggu di markas Kementerian Pertahanan Kirya di Tel Aviv ini menandai selesainya pembentukan direktorat tersebut.
Forum ini dihadiri direktur jenderal dari beberapa kementerian pemerintah, perwakilan dari Perusahaan Listrik Israel, Otoritas Air, Organisasi Zionis Dunia, Jenderal Garda Yudisial, Wakil Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan, pejabat senior Kementerian Pertahanan, kepala departemen, dan komandan divisi militer Israel yang baru-baru ini dibentuk di wilayah timur.
Baca juga: 3 Alasan Pemakaman Khamenei Bisa Pecahkan Rekor Sejarah, Dihadiri 15 Juta Orang
(sya)
Lihat Juga :