Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
Selasa, 07 Juli 2026 - 16:03 WIB
loading...
Juru bicara Hamas Hazem Qassem dan Direktur Kantor Media Pemerintah di Gaza Ismail Al-Thawabta menyampaikan pernyataan pers di luar Rumah Sakit Martir Al-Aqsa menyusul pengumuman kepala Komite Darurat Pemerintah telah mengundurkan diri dan komite tersebut
A
A
A
JALUR GAZA - Hamas mengatakan pembubaran komite darurat pemerintah Gaza adalah bagian dari pengaturan untuk mentransfer tanggung jawab administratif ke Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG). Mereka memperingatkan Israel sedang mencoba menciptakan “kekosongan administratif” di wilayah tersebut.
Kelompok tersebut mengatakan mereka tetap “sepenuhnya berkomitmen” menerapkan semua ketentuan perjanjian gencatan senjata Gaza dan akan terus mematuhinya sampai administrasi wilayah tersebut sepenuhnya dialihkan ke Komite Nasional untuk Administrasi Gaza.
Hamas mengatakan pembubaran komite darurat dan pengunduran diri ketuanya, Mohammed Abdel Khaleq Al-Farra, yang juga menjabat sebagai kepala sementara Komite Pengawasan Pemerintah, adalah bagian dari persiapan administratif dan hukum yang diperlukan untuk mentransfer tanggung jawab ke komite nasional.
Kelompok tersebut menuduh Israel berupaya menghalangi pelaksanaan perjanjian gencatan senjata dan menciptakan "kekosongan administratif" di Gaza.
Hamas mengatakan tujuan Israel adalah untuk memperdalam penderitaan warga Palestina dan melemahkan upaya memulihkan kehidupan normal di wilayah tersebut.
Mereka menyerukan kepada para mediator dan negara-negara penjamin untuk mengambil tindakan mendesak dan menekan Israel menghentikan apa yang mereka sebut sebagai upaya menghalangi perjanjian tersebut dan mengizinkan Komite Nasional untuk Administrasi Gaza memasuki Gaza dan memulai pekerjaannya.
Pengumuman ini disampaikan saat pembicaraan terus berlanjut di Kairo untuk menyelesaikan pelaksanaan perjanjian gencatan senjata, dengan putaran pertemuan terakhir telah berlangsung pada 30 Juni 2026.
Baca juga: 3 Alasan Pemakaman Khamenei Bisa Pecahkan Rekor Sejarah, Dihadiri 15 Juta Orang
Kelompok tersebut mengatakan mereka tetap “sepenuhnya berkomitmen” menerapkan semua ketentuan perjanjian gencatan senjata Gaza dan akan terus mematuhinya sampai administrasi wilayah tersebut sepenuhnya dialihkan ke Komite Nasional untuk Administrasi Gaza.
Hamas mengatakan pembubaran komite darurat dan pengunduran diri ketuanya, Mohammed Abdel Khaleq Al-Farra, yang juga menjabat sebagai kepala sementara Komite Pengawasan Pemerintah, adalah bagian dari persiapan administratif dan hukum yang diperlukan untuk mentransfer tanggung jawab ke komite nasional.
Kelompok tersebut menuduh Israel berupaya menghalangi pelaksanaan perjanjian gencatan senjata dan menciptakan "kekosongan administratif" di Gaza.
Hamas mengatakan tujuan Israel adalah untuk memperdalam penderitaan warga Palestina dan melemahkan upaya memulihkan kehidupan normal di wilayah tersebut.
Mereka menyerukan kepada para mediator dan negara-negara penjamin untuk mengambil tindakan mendesak dan menekan Israel menghentikan apa yang mereka sebut sebagai upaya menghalangi perjanjian tersebut dan mengizinkan Komite Nasional untuk Administrasi Gaza memasuki Gaza dan memulai pekerjaannya.
Pengumuman ini disampaikan saat pembicaraan terus berlanjut di Kairo untuk menyelesaikan pelaksanaan perjanjian gencatan senjata, dengan putaran pertemuan terakhir telah berlangsung pada 30 Juni 2026.
Baca juga: 3 Alasan Pemakaman Khamenei Bisa Pecahkan Rekor Sejarah, Dihadiri 15 Juta Orang
(sya)
Lihat Juga :