Ini 10 Negara yang Melarang Masuk 2 Menteri Ekstremis Israel Ben-Gvir dan Smotrich

Selasa, 07 Juli 2026 - 10:18 WIB
loading...
Ini 10 Negara yang Melarang...
Dua menteri ekstremis Israel, Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich, dilarang memasuki wilayah 10 negara Barat. Foto/Anadolu
A A A
TEL AVIV - Sudah 10 negara Barat yang melarang dua menteri Israel, Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich, memasuki wilayah mereka. Itu diungkap Kementerian Luar Negeri Zionis Israel.

Ben-Gvir adalah Menteri Keamanan Nasional. Sedangkan Smotrich adalah Menteri Keuangan. Keduanya merupakan menteri dari kubu sayap kanan yang kerap dijuluki sebagai menteri ekstremis karena menganut ideologi ekstrem.

Baca Juga: Takut Ditangkap, Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Dilaporkan Batal Terbang ke New York

Ben-Gvir dan Smotrich telah menghadapi kritik luas atas pernyataan mereka yang menganjurkan pemusnahan rakyat Palestina.

Dalam sebuah pernyataan, yang dikutip Middle East Monitor, kementerian tersebut mengatakan sedang memantau perkembangan diplomatik dan mendesak 10 negara tersebut untuk mempertimbangkan kembali apa yang digambarkannya sebagai keputusan yang "tidak beralasan".

Ke-10 negara Barat tersebut adalah Inggris, Kanada, Australia, Belanda, Spanyol, Belgia, Norwegia, Irlandia, Selandia Baru, dan Prancis.

Ben-Gvir sudah dilarang masuk ke Prancis dan Irlandia pada akhir Mei setelah menerbitkan video yang menunjukkan para aktivis Global Sumud Flotilla (GSF)—armada bantuan yang menuju Gaza—dipaksa bersujud dengan tangan terikat di belakang punggung mereka setelah kapal mereka dicegat di laut. Para aktivis tersebut kemudian ditahan di Israel selatan, yang memicu kecaman dunia internasional.

Beberapa negara, termasuk Prancis, Spanyol, dan Italia, telah menyerukan sanksi Eropa terhadap Ben-Gvir. Otoritas peradilan di Prancis dan Italia juga telah membuka penyelidikan atas tuduhan bahwa dia bertanggung jawab atas penyiksaan para aktivis.

Pada hari Selasa (7/7/2026), Ben-Gvir membatalkan rencana perjalanannya ke New York untuk menghadiri KTT Kepala Kepolisian PBB di tengah kekhawatiran atas rencana protes oleh kelompok hak asasi manusia (HAM), serta meningkatnya seruan untuk penangkapan dan penyelidikannya.

Hind Rajab Foundation sebelumnya telah meminta Departemen Kehakiman AS untuk meluncurkan penyelidikan kriminal mendesak terhadap Ben-Gvir dan menangkapnya jika tiba di New York.

Permintaan hukum tersebut didukung oleh berkas kasus yang luas yang disiapkan oleh organisasi pro-hak Palestina, yang mengatakan bahwa mereka mengajukan kasus tersebut kepada otoritas peradilan AS sebagai ujian komitmen Washington untuk menegakkan hukum internasional.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
4 Dalih Israel Mendesak...
4 Dalih Israel Mendesak AS Blokir Penjualan F-35 ke Turki, Bisa Jadi Ancaman Zionis
Pesawat Rusia Dekati...
Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk Inggris, 2 Jet Tempur Siluman F-35 London Beraksi
Israel Terusik, Netanyahu...
Israel Terusik, Netanyahu Desak AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Kehancuran Israel Bukan...
Kehancuran Israel Bukan dari Musuh Asing! Mayoritas Warga Zionis Takut Terjadi Perang Saudara
Israel Ingin Bangun...
Israel Ingin Bangun Kekuatan Militer di Gaza, Hamas: Zionis Ingin Pecah Belah Rakyat Palestina
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
Profil Nadiem Makarim,...
Profil Nadiem Makarim, Menteri Era Jokowi yang Divonis 10 Tahun Penjara
BNPB: Kebakaran Hutan...
BNPB: Kebakaran Hutan di Banjarbaru Meluas hingga 3,7 Hektare, Tak Ada Korban
Kunjungi Wilayah Ukraina...
Kunjungi Wilayah Ukraina yang Direbut Rusia, Putin: Rusia Akan Menang Perang!
Rekomendasi
Guest House Makiyyah...
Guest House Makiyyah 2 Pangandaran Dibuka, Perkuat Layanan untuk Jemaah Haji-Umrah
UPN Veteran Jakarta...
UPN Veteran Jakarta Hormati Proses Judicial Review Dosen di MK
Presiden FIFA Akhirnya...
Presiden FIFA Akhirnya Mengakui Ditelepon Trump terkait Kartu Merah Balogun
Berita Terkini
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
4 Sinyal Putin untuk...
4 Sinyal Putin untuk KTT NATO, Kehancuran Kyiv Akibat Serangan Rudal Rusia
Trump Bela Intervensinya...
Trump Bela Intervensinya yang Batalkan Kartu Merah Striker AS di Piala Dunia
3 Alasan Pemakaman Khamenei...
3 Alasan Pemakaman Khamenei Bisa Pecahkan Rekor Sejarah, Dihadiri 15 Juta Orang
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved