6 Fakta Perayaan Ulang Tahun AS ke-250, Bill Clinton: Masa Depan Kita Dipertanyakan

Minggu, 05 Juli 2026 - 17:10 WIB
loading...
A A A
Beberapa acara di sekitar Hari Kemerdekaan dibatalkan atau ditutup sementara karena panas terik di Pantai Timur AS minggu ini.

5. Gelombang Panas Melanda AS

Parade Hari Kemerdekaan National Park Service di Washington DC dibatalkan pada hari Jumat, dengan perayaan lainnya ditutup di New Jersey, Pennsylvania, Maryland, dan Colorado.

Washington DC dilanda suhu 100F (37C) pada hari Sabtu saat perayaan utama dimulai.

Beberapa suhu tertinggi pada hari Sabtu termasuk 106F (41C) di New Jersey dan 101F (38C) di Delaware.

Sekitar 750.000 properti di Wisconsin, Michigan, Illinois, Pennsylvania, Ohio, New York, dan New Jersey mengalami pemadaman listrik akibat cuaca ekstrem, menurut pelacak Power Outage.

Perusahaan energi DTE mengatakan bahwa cuaca buruk, termasuk angin dengan kecepatan lebih dari 60 mph (97 km/jam) pada Jumat malam di Michigan, telah menyebabkan lebih dari 350.000 rumah di negara bagian tersebut tanpa listrik.

6. Masa Depan AS Terancam

Empat mantan presiden AS yang masih hidup berbagi pesan untuk memperingati hari jadi tersebut. Joe Biden mengenang amanat Deklarasi Kemerdekaan bahwa semua orang diciptakan setara.

"Kita memilih jalan itu 250 tahun yang lalu, tetapi di situlah pekerjaan dimulai, bukan di situlah berakhir," katanya, menambahkan bahwa janji bangsa akan kesetaraan bagi semua orang adalah pekerjaan yang sedang berlangsung.

Presiden kulit hitam pertama negara itu, Barack Obama, membagikan kembali kutipan pidato terbarunya pada pembukaan museum kepresidenannya pada bulan Juni, di mana ia mengatakan "setiap generasi harus melanjutkan pekerjaan yang belum selesai dari generasi sebelumnya dan meneruskannya".

Presiden ke-43 George W. Bush mengatakan "250 tahun ke depan membutuhkan warga Amerika untuk menjadi warga negara, bukan penonton".

Sementara itu, pendahulunya, Bill Clinton, meluangkan waktu untuk mengomentari politik AS saat ini.

"Hari ini, kita merayakan tonggak sejarah ini di tengah periode perpecahan yang mendalam, pertanyaan baru tentang masa depan Amerika dan perannya di dunia, dan ancaman serius terhadap lembaga-lembaga kita sendiri dan demokrasi kita sendiri," katanya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
WHO: Wabah Ebola Telah...
WHO: Wabah Ebola Telah Tewaskan Lebih dari 1.000 Orang di RD Kongo dan Uganda
Wow, Jepang Akan Uji...
Wow, Jepang Akan Uji Coba Penambangan Mineral Tanah Jarang 6 Km di Bawah Laut
Rekomendasi
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Malaysia Comeback, Tundukkan Myanmar 2-1
Wamendagri: Indonesia...
Wamendagri: Indonesia Punya Satu Kesempatan Manfaatkan Bonus Demografi Menuju Negara Maju
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
Berita Terkini
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved