Israel Ternyata Coba Habisi 2 Negosiator Utama Iran, Ini yang Dilakukan AS

Jum'at, 03 Juli 2026 - 14:10 WIB
loading...
Israel Ternyata Coba...
Israel mencoba membunuh dua negosiator utama Iran, Abbas Araghchi dan Mohammad Bagher Ghalibaf. Foto/Al Arabiya English
A A A
TEHERAN - Sebuah laporan dari The New York Times mengungkap bahwa Israel telah berencana membunuh dua negosiator utama Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, selama negosiasi awal. Namun rencana itu terendus Amerika Serikat (AS), yang kemudian memperingatkan Teheran melalui negara-negara di kawasan Timur Tengah.

Laporan tersebut, yang mengutip pejabat AS saat ini dan mantan pejabat AS, menyebutkan upaya pembunuhan itu direncanakan beberapa minggu setelah gencatan senjata 8 April yang menghentikan perang AS-Israel terhadap Iran.

Baca Juga: Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mengawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?

Para pejabat yang dikutip oleh The New York Times, Kamis (2/7/2026), mencatat bahwa ketika perang dimulai pada 28 Februari, dan ketika Israel terus membunuh sebagian besar pemimpin senior Iran, baik Araghchi maupun Ghalibaf bisa menjadi target yang sah.

Israel sebelumnya membunuh pejabat senior Iran lainnya yang dapat bernegosiasi dengan AS, termasuk kepala keamanan nasional Ali Larijani dan mantan menteri luar negeri Kamal Kharazi.

Setelah gencatan senjata diumumkan pada awal April dan Araghchi serta Ghalibaf mulai mewakili posisi Iran dalam negosiasi gencatan senjata, para pejabat AS mengatakan bahwa setiap upaya untuk membunuh mereka kemungkinan akan menggagalkan perundingan dan memicu pertempuran baru.

Pada bulan Maret, sementara pertempuran masih berlangsung, seorang pejabat Pakistan mengatakan kepada Reuters bahwa Israel telah menghapus Araghchi dan Ghalibaf dari daftar targetnya setelah Pakistan meminta Washington untuk tidak menargetkan mereka.

Pada saat itu, pejabat tersebut mengatakan Islamabad telah memperingatkan AS bahwa jika salah satu atau kedua pria itu terbunuh, tidak akan ada orang lain yang dapat diajak bicara tentang negosiasi gencatan senjata. "Oleh karena itu, AS meminta Israel untuk mundur," kata pejabat tersebut.

Ghalibaf telah lolos dari kematian dalam perang Israel melawan Iran pada Juni 2025 dan perang terbaru yang pecah 28 Februari lalu. Dalam kedua kasus tersebut, dia diselamatkan dari reruntuhan bangunan yang dihantam serangan.

Masih menurut laporan The New York Times, ancaman nyata Israel terhadap Ghalibaf muncul kembali saat ketua parlemen Iran itu sedang dalam perjalanan kembali ke Iran dari Islamabad setelah pembicaraan dengan Wakil Presiden AS JD Vance pada 12 April.

Iran yang khawatir akan upaya pembunuhan oleh Israel, meminta jaminan internasional untuk mencegahnya. Mereka kemudian meminta jet tempur Pakistan untuk mengawal delegasi Iran dari perbatasan Iran ke Islamabad.

Namun dalam perjalanan pulang, pasukan keamanan Iran memberi tahu pesawat Ghalibaf tentang intelijen yang menunjukkan bahwa Israel berencana untuk menyerang, kata dua pejabat AS kepada The New York Times. Bahkan, dua jet tempur Israel telah memasuki wilayah udara Iran dari Irak.

Pesawat tersebut melakukan pendaratan darurat di Mashhad, Iran timur laut, dan Ghalibaf serta anggota delegasinya kembali ke Teheran melalui jalur darat dalam perjalanan delapan jam, imbuh laporan itu, mengutip pejabat Iran.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
5 Pemimpin Muslim yang...
5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
Studi Ungkap Gurita...
Studi Ungkap Gurita Politik China dalam Jaringan Kriminal di Asia Tenggara
Detik-Detik Truk yang...
Detik-Detik Truk yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun Tabrak Rombongan Biksu, 8 Tewas!
Rekomendasi
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
Kemandirian Fiskal Tertinggi...
Kemandirian Fiskal Tertinggi Kategori Kota se-Indonesia, Semarang Ditetapkan Jadi Transformer City
Kisah Mikail Fajar,...
Kisah Mikail Fajar, Siswa SMK dengan Bakat Seni yang Berhasil Tembus ITB Lewat SNBP 2026
Berita Terkini
Jenazah Anggota Keluarga...
Jenazah Anggota Keluarga Khamenei akan Dimakamkan, Termasuk Cucunya Umur 3 Tahun
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Israel Berupaya Provokasi...
Israel Berupaya Provokasi Konflik antara Tentara Lebanon dan Hizbullah
Jenazah Ali Khamenei...
Jenazah Ali Khamenei Tiba di Masjid Agung Mosalla di Teheran
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved