130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
Kamis, 02 Juli 2026 - 15:03 WIB
loading...
Otoritas Pengawasan dan Anti-Korupsi Arab Saudi telah menangkap 130 warga negara Arab Saudi dan ekspatriat atas tuduhan korupsi. Foto/Saudi Gazette
A
A
A
RIYADH - Otoritas Pengawasan dan Anti-Korupsi Arab Saudi (Nazaha) telah menangkap 130 warga negara Arab Saudi dan ekspatriat atas tuduhan korupsi pada hari Rabu. Penangkapan besar-besaran ini menyusul serangkaian inspeksi dan investigasi yang dilakukan selama bulan Juni.
Menurut laporan Saudi Gazette, Kamis (2/7/2026), Nazaha mengatakan pihaknya melakukan 1.585 inspeksi pengawasan dan menyelidiki 385 tersangka sebagai bagian dari operasi berkelanjutan untuk memerangi korupsi dan melindungi dana publik.
Baca Juga: 47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Mereka yang ditangkap termasukpejabat Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kota dan Perumahan, dan Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan.
Para tersangka dituduh melakukan pelanggaran termasuk penyuapan dan penyalahgunaan jabatan publik. Beberapa telah dibebaskan dengan jaminan sementara investigasi berlanjut.
Nazaha mengatakan prosedur hukum sedang diselesaikan sebelum kasus-kasus tersebut dirujuk ke pengadilan.
Otoritas tersebut menegaskan kembali komitmennya untuk mengejar korupsi keuangan dan administrasi dan mendesak masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran melalui saluran pelaporan yang telah ditentukan, dengan mengatakan bahwa kerja sama publik tetap penting untuk melindungi dana publik dan mempromosikan integritas.
Operasi pemberantasan korupsi besar-besaran sebelumnya juga terjadi di Irak. Pihak berwenang telah menangkap 47 pejabat dalam operasi anti-korupsi yang dipimpin oleh Perdana Menteri (PM) Ali al-Zaidi pada Minggu pagi.
Iraqi News Agency (INA), mengutip pejabat senior setempat yang mengatakan para tersangka telah ditangkap atas tuduhan korupsi. Mereka termasuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pejabat dari Kementerian Perminyakan.
Komisi Integritas Irak mengatakan penangkapan dilakukan di Baghdad setelah pemantauan yang cermat dan berkelanjutan selama operasi besar pada Sabtu malam hingga Minggu pagi. Komisi tersebut membenarkan adanya penangkapan dan penahanan para pejabat dan mantan pejabat, anggota parlemen, dan pengusaha di seluruh negeri.
Menurut stasiun televisi Rudaw, dinas keamanan menggerebek Zona Hijau yang dibentengi di Baghdad, yang menampung banyak kementerian dan hotel mewah.
Zaidi, seorang pengusaha dengan sedikit pengalaman politik, dipilih sebagai PM baru Irak oleh Kerangka Kerja Koordinasi untuk mencoba membentuk pemerintahan baru pada bulan April. Salah satu tugas utamanya adalah memberantas korupsi, yang telah meluas di Irak selama beberapa dekade dan yang telah dijanjikan oleh para perdana menteri sebelumnya, tetapi gagal, untuk ditangani.
Menurut laporan Saudi Gazette, Kamis (2/7/2026), Nazaha mengatakan pihaknya melakukan 1.585 inspeksi pengawasan dan menyelidiki 385 tersangka sebagai bagian dari operasi berkelanjutan untuk memerangi korupsi dan melindungi dana publik.
Baca Juga: 47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Mereka yang ditangkap termasukpejabat Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kota dan Perumahan, dan Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan.
Para tersangka dituduh melakukan pelanggaran termasuk penyuapan dan penyalahgunaan jabatan publik. Beberapa telah dibebaskan dengan jaminan sementara investigasi berlanjut.
Nazaha mengatakan prosedur hukum sedang diselesaikan sebelum kasus-kasus tersebut dirujuk ke pengadilan.
Otoritas tersebut menegaskan kembali komitmennya untuk mengejar korupsi keuangan dan administrasi dan mendesak masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran melalui saluran pelaporan yang telah ditentukan, dengan mengatakan bahwa kerja sama publik tetap penting untuk melindungi dana publik dan mempromosikan integritas.
Skandal Korupsi Irak
Operasi pemberantasan korupsi besar-besaran sebelumnya juga terjadi di Irak. Pihak berwenang telah menangkap 47 pejabat dalam operasi anti-korupsi yang dipimpin oleh Perdana Menteri (PM) Ali al-Zaidi pada Minggu pagi.
Iraqi News Agency (INA), mengutip pejabat senior setempat yang mengatakan para tersangka telah ditangkap atas tuduhan korupsi. Mereka termasuk anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pejabat dari Kementerian Perminyakan.
Komisi Integritas Irak mengatakan penangkapan dilakukan di Baghdad setelah pemantauan yang cermat dan berkelanjutan selama operasi besar pada Sabtu malam hingga Minggu pagi. Komisi tersebut membenarkan adanya penangkapan dan penahanan para pejabat dan mantan pejabat, anggota parlemen, dan pengusaha di seluruh negeri.
Menurut stasiun televisi Rudaw, dinas keamanan menggerebek Zona Hijau yang dibentengi di Baghdad, yang menampung banyak kementerian dan hotel mewah.
Zaidi, seorang pengusaha dengan sedikit pengalaman politik, dipilih sebagai PM baru Irak oleh Kerangka Kerja Koordinasi untuk mencoba membentuk pemerintahan baru pada bulan April. Salah satu tugas utamanya adalah memberantas korupsi, yang telah meluas di Irak selama beberapa dekade dan yang telah dijanjikan oleh para perdana menteri sebelumnya, tetapi gagal, untuk ditangani.
(mas)
Lihat Juga :