Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya

Senin, 29 Juni 2026 - 20:35 WIB
loading...
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang bisa membuka Selat Hormuz. Foto/X
A A A
TEHERAN - Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan hanya Iran yang bertanggung jawab untuk membuka kembali Selat Hormuz berdasarkan Nota Kesepahaman (MoU) Teheran-Washington. Dia memperingatkan bahwa campur tangan asing apa pun akan mempersulit proses tersebut.

Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Minggu selama konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Irak, Fuad Hussein, di Baghdad di tengah ketegangan yang kembali meningkat di Selat Hormuz, yang tetap berada di bawah kendali Iran setelah perang agresi ilegal AS-Israel terhadap Republik Islam Iran.

Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya

1. Sesuai Kesepakatan dengan AS

“Menurut MoU, selat tersebut akan kembali ke kapasitas pra-perangnya dalam waktu 30 hari di bawah pengelolaan yang akan diadopsi Iran dan setelah penghapusan hambatan oleh Republik Islam,” katanya, dilansir Press TV.



“Pengaturan ini sedang diimplementasikan, dan tanggung jawabnya terletak pada Republik Islam… Campur tangan apa pun dalam masalah ini dan upaya apa pun untuk mengadopsi pengaturan baru atau terpisah dibandingkan dengan apa yang sedang dilakukan oleh Iran hanya akan menyebabkan situasi yang lebih rumit dan penundaan dalam pembukaan kembali Selat Hormuz, dan akan memicu ketegangan.”

2. Tidak Boleh Pihak Asing Ikut Campur di Selat Hormuz

Merujuk pada ketegangan baru di Selat Hormuz, diplomat senior Iran tersebut menyerukan kepada semua pihak untuk tidak ikut campur dalam pengaturan yang sedang diadopsi oleh Iran untuk pembukaan kembali jalur air strategis tersebut, dan memastikan bahwa MoU tidak menyimpang dari tujuan yang dimaksudkan.

Iran dan Amerika Serikat telah secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Islamabad.

Iran telah membatasi transit melalui Selat Hormuz, yang bertanggung jawab atas seperlima permintaan minyak global, sejak awal agresi AS-Israel yang tidak beralasan terhadap negara itu yang dimulai pada 28 Februari dan berakhir di bawah gencatan senjata pada 8 April.

Pada 17 Juli, Iran dan AS menandatangani MoU yang dimediasi Pakistan, yang menyerukan pengakhiran permanen permusuhan di semua front, termasuk Lebanon, serta penghapusan blokade angkatan laut terhadap Iran dalam waktu 30 hari, dan pemulihan lalu lintas komersial melalui Selat Hormuz.

3. Israel Masih Menyerang Lebanon

Selain itu, dalam pernyataannya, Araghchi menyatakan penyesalannya bahwa Israel terus melakukan serangan terhadap Lebanon, dan mengatakan bahwa berdasarkan MoU tersebut, AS harus menghentikan serangan rezim Zionis.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah dan bangsa Irak atas solidaritas mereka kepada rakyat Iran sebagai korban perang agresi ilegal AS-Israel.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
ANCAMAN KERAS IRAN!...
ANCAMAN KERAS IRAN! Kirim Pesan Menghancurkan, Tantang AS Perang Terbuka!
WHO: Gelombang Panas...
WHO: Gelombang Panas Eropa Sebabkan 1.300 Kematian, Terbanyak di Prancis
Penembakan di Fasilitas...
Penembakan di Fasilitas Remaja, 6 Orang Tewas
Rekomendasi
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Sidang Vonis Nadiem...
Sidang Vonis Nadiem Makarim Dijaga 171 Personel Gabungan
MK Putuskan Pembayaran...
MK Putuskan Pembayaran Dana Pensiun Sukarela Bisa Dilakukan Sekaligus atau Berkala
Berita Terkini
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved