Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain

Sabtu, 27 Juni 2026 - 16:34 WIB
loading...
A A A
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) melaporkan melakukan serangan terhadap beberapa target di Iran.

Dalam melancarkan agresi tersebut, Washington menggunakan "berbagai dalih, termasuk lewatnya kapal yang tidak patuh melalui rute yang tidak sah di Selat Hormuz," tambah pernyataan itu.

Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat telah melaporkan melakukan serangan terhadap beberapa target di Iran.

CENTCOM yang mengawasi pasukan Amerika yang ditempatkan di wilayah Asia Barat, menuduh telah melakukan agresi tersebut sebagai balasan atas apa yang digambarkan sebagai serangan pesawat tak berawak pada hari Kamis terhadap sebuah kapal, yang disebutnya sebagai kapal kargo berbendera Singapura MV Ever Lovely. Serangan itu, menurut klaim tersebut, terjadi saat kapal tersebut meninggalkan Selat Hormuz di sepanjang pantai Oman.

Republik Islam Iran, dalam semua kesempatan, secara tegas menolak tuduhan penargetan objek non-militer, sambil memperingatkan tentang upaya untuk melibatkan negara tersebut dalam serangan semacam itu dengan melakukan operasi "bendera palsu".

Angkatan Laut IRGC juga mencatat bahwa Amerika Serikat berupaya melanggar komitmennya berdasarkan nota kesepahaman yang baru-baru ini ditandatangani antara kedua pihak "melalui berbagai provokasi."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Mengapa Gol Iran ke...
Mengapa Gol Iran ke Gawang Mesir Dianulir? Ini Penjelasan Aturan Offside di Piala Dunia 2026
Penembakan Massal di...
Penembakan Massal di Sekolah Filipina Tewaskan 3 Siswa, 2 Pelaku Remaja Ditahan
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
RT 11 Gandaria Utara...
RT 11 Gandaria Utara Luncurkan Jingle KomLing Mania, Lagu Edukasi yang Bikin Warga Semangat Pilah Sampah!
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
BPS Canangkan Sensus...
BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kalimantan Timur: Perkuat Kompas Pembangunan Daerah
Berita Terkini
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved