Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Senin, 22 Juni 2026 - 09:57 WIB
loading...
Perundingan Iran-AS yang dimediasi Pakistan dan Qatar di Swiss hasilkan 4 kesepakatan utama. Perundingan berlangsung tegang, bahkan negosiator Iran sempat walkout. Foto/X @MBA_AlThani_
A
A
A
LAKE LUCERNE - Iran dan Amerika Serikat (AS) mencapai beberapa kesepakatan utama selama perundingan tingkat tinggi pertama mereka di Swiss. Perundingan berlangsung tegang, bahkan para negosiator Teheran sempat walkout sebagai protes atas ancaman serangan militer yang dilontarkan Presiden Amerika Donald Trump.
Poin-poin utama yang disepakati dalam perundingan pertama di Swiss ini antara lain menyepakati jangka waktu 60 hari untuk menyelesaikan kesepakatan, membentuk Komite Tingkat Tinggi untuk mengawasi negosiasi, dan menetapkan mekanisme komunikasi untuk Selat Hormuz.
Baca Juga: Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Seorang pejabat AS mengatakan perundingan ini, yang digambarkan sebagai pertemuan tingkat tinggi pertama di bawah kerangka kerja baru, diperkirakan akan berlanjut hingga Senin (22/6/2026) dini hari waktu setempat.
Negosiasi dimulai dengan suasana tegang setelah beberapa perwakilan Iran meninggalkan pembicaraan tatap muka (walkout) di Burgenstock sebagai protes terhadap serangkaian ancaman yang dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump di platform media sosialnya, Truth Social.
Trump telah mengancam akan mengebom Iran sangat keras dan bahkan mengancam akan menculik tim negosiasi Iran kecuali Selat Hormuz dibuka kembali, menurut laporan The Guardian.
Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump menulis, "Iran harus segera menghentikan proksi mereka yang dibayar mahal di Lebanon agar tidak menimbulkan masalah. Jika tidak, kami akan menyerang Iran dengan sangat keras lagi, seperti yang kami lakukan minggu lalu, hanya lebih keras!!!"
Media pemerintah Iran mengatakan pembicaraan memasuki "fase sulit" dan dihentikan setelah apa yang digambarkan sebagai pesan yang menghina oleh presiden AS. Ditambahkan bahwa delegasi Iran bertemu dengan mediator Qatar sebelum meninggalkan tempat negosiasi.
Namun, diskusi tingkat tinggi berlanjut dan berakhir pada dini hari Senin, dengan Qatar dan Pakistan mengatakan bahwa pembicaraan tingkat teknis akan berlanjut sepanjang sisa pekan ini.
Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Qatar dan Pakistan, kesimpulan Lake Lucerne Summit—pertemuan komite tingkat tinggi (KTT) pertama yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran—diumumkan.
Pernyataan tersebut mengatakan bahwa KTT tersebut berlangsung dalam "suasana positif dan konstruktif," dengan kemajuan yang menggembirakan.
Ini sejumlah keputusan dan mekanisme utama yang disepakati Iran dan AS selama perundingan:
1. Iran dan AS sepakat untuk membentuk Komite Tingkat Tinggi, yang akan memberikan pengawasan politik terhadap mediasi. Kepala negosiator akan secara teratur melapor kepada Komite Tingkat Tinggi dan memimpin kelompok kerja yang berfokus pada nuklir, sanksi, dan kelompok pemantauan dan penyelesaian sengketa untuk memastikan implementasi MoU yang efektif, dan pada hal-hal lainnya.
2. Komite menyepakati peta jalan yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan akhir dalam waktu 60 hari. Jangka waktu ini juga membuka jalan bagi dimulainya pembicaraan teknis lebih lanjut.
3. AS dan Iran sepakat untuk membentuk "jalur komunikasi" untuk menghindari insiden di Selat Hormuz. "Sebuah jalur komunikasi antara para pihak telah dibentuk untuk menghindari perselisihan dan miskomunikasi yang bertujuan untuk memastikan jalur aman bagi kapal-kapal komersial melalui Selat Hormuz," kata Pakistan dan Qatar dalam pernyataan bersama.
4. Kedua negara juga sepakat untuk membentuk sel dekonfliksi yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Lebanon, yang difasilitasi oleh para mediator. Mekanisme ini bertujuan untuk memastikan kepatuhan terhadap penghentian operasi militer di Lebanon sebagaimana diuraikan dalam MoU.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada Senin pagi bahwa mediasi Pakistan dan Qatar telah menghasilkan kemajuan besar untuk mengakhiri Perang Lebanon.
Dalam sebuah unggahan di X, dia mengatakan: "Mediasi Pakistan dan Qatar yang tak kenal lelah telah menghasilkan kemajuan besar untuk mengakhiri Perang Lebanon. Ekspor minyak dan petrokimia dibebaskan, blokade dicabut, beberapa aset yang dibekukan dilepaskan, dan rencana rekonstruksi dan pembangunan besar diluncurkan untuk Iran. Uji coba nyata pertama: Sel dekonfliksi Lebanon."
Tim AS dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance dan termasuk Jared Kushner dan Steve Witkoff. Negosiator Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Poin-poin utama yang disepakati dalam perundingan pertama di Swiss ini antara lain menyepakati jangka waktu 60 hari untuk menyelesaikan kesepakatan, membentuk Komite Tingkat Tinggi untuk mengawasi negosiasi, dan menetapkan mekanisme komunikasi untuk Selat Hormuz.
Baca Juga: Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Seorang pejabat AS mengatakan perundingan ini, yang digambarkan sebagai pertemuan tingkat tinggi pertama di bawah kerangka kerja baru, diperkirakan akan berlanjut hingga Senin (22/6/2026) dini hari waktu setempat.
Aksi Walkout Iran
Negosiasi dimulai dengan suasana tegang setelah beberapa perwakilan Iran meninggalkan pembicaraan tatap muka (walkout) di Burgenstock sebagai protes terhadap serangkaian ancaman yang dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump di platform media sosialnya, Truth Social.
Trump telah mengancam akan mengebom Iran sangat keras dan bahkan mengancam akan menculik tim negosiasi Iran kecuali Selat Hormuz dibuka kembali, menurut laporan The Guardian.
Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump menulis, "Iran harus segera menghentikan proksi mereka yang dibayar mahal di Lebanon agar tidak menimbulkan masalah. Jika tidak, kami akan menyerang Iran dengan sangat keras lagi, seperti yang kami lakukan minggu lalu, hanya lebih keras!!!"
Media pemerintah Iran mengatakan pembicaraan memasuki "fase sulit" dan dihentikan setelah apa yang digambarkan sebagai pesan yang menghina oleh presiden AS. Ditambahkan bahwa delegasi Iran bertemu dengan mediator Qatar sebelum meninggalkan tempat negosiasi.
Namun, diskusi tingkat tinggi berlanjut dan berakhir pada dini hari Senin, dengan Qatar dan Pakistan mengatakan bahwa pembicaraan tingkat teknis akan berlanjut sepanjang sisa pekan ini.
Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Qatar dan Pakistan, kesimpulan Lake Lucerne Summit—pertemuan komite tingkat tinggi (KTT) pertama yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran—diumumkan.
Pernyataan tersebut mengatakan bahwa KTT tersebut berlangsung dalam "suasana positif dan konstruktif," dengan kemajuan yang menggembirakan.
Kesepakatan Utama Iran-AS
Ini sejumlah keputusan dan mekanisme utama yang disepakati Iran dan AS selama perundingan:
1. Iran dan AS sepakat untuk membentuk Komite Tingkat Tinggi, yang akan memberikan pengawasan politik terhadap mediasi. Kepala negosiator akan secara teratur melapor kepada Komite Tingkat Tinggi dan memimpin kelompok kerja yang berfokus pada nuklir, sanksi, dan kelompok pemantauan dan penyelesaian sengketa untuk memastikan implementasi MoU yang efektif, dan pada hal-hal lainnya.
2. Komite menyepakati peta jalan yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan akhir dalam waktu 60 hari. Jangka waktu ini juga membuka jalan bagi dimulainya pembicaraan teknis lebih lanjut.
3. AS dan Iran sepakat untuk membentuk "jalur komunikasi" untuk menghindari insiden di Selat Hormuz. "Sebuah jalur komunikasi antara para pihak telah dibentuk untuk menghindari perselisihan dan miskomunikasi yang bertujuan untuk memastikan jalur aman bagi kapal-kapal komersial melalui Selat Hormuz," kata Pakistan dan Qatar dalam pernyataan bersama.
4. Kedua negara juga sepakat untuk membentuk sel dekonfliksi yang melibatkan Amerika Serikat, Iran, dan Lebanon, yang difasilitasi oleh para mediator. Mekanisme ini bertujuan untuk memastikan kepatuhan terhadap penghentian operasi militer di Lebanon sebagaimana diuraikan dalam MoU.
Pembicaraan Teknis Berlanjut
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada Senin pagi bahwa mediasi Pakistan dan Qatar telah menghasilkan kemajuan besar untuk mengakhiri Perang Lebanon.
Dalam sebuah unggahan di X, dia mengatakan: "Mediasi Pakistan dan Qatar yang tak kenal lelah telah menghasilkan kemajuan besar untuk mengakhiri Perang Lebanon. Ekspor minyak dan petrokimia dibebaskan, blokade dicabut, beberapa aset yang dibekukan dilepaskan, dan rencana rekonstruksi dan pembangunan besar diluncurkan untuk Iran. Uji coba nyata pertama: Sel dekonfliksi Lebanon."
Tim AS dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance dan termasuk Jared Kushner dan Steve Witkoff. Negosiator Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
(mas)
Lihat Juga :