6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Minggu, 21 Juni 2026 - 15:31 WIB
loading...
A
A
A
Serangan terbaru ini menyusul laporan dari Channel 12 Israel pada hari Jumat, yang mengutip seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya yang menyatakan bahwa perjanjian gencatan senjata dengan gerakan perlawanan Hizbullah dimulai pada pukul 16.00 waktu setempat (1300 GMT).
Selain itu, seorang pejabat senior AS menguatkan gencatan senjata tersebut dalam sebuah pernyataan resmi.
Sementara itu, Israel mendefinisikan gencatan senjata di Iran sebagai situasi di mana pasukannya tidak ditembaki tetapi situasi di mana mereka terus menduduki tanah. Itu benar di Gaza. Itu benar di Lebanon dan bahkan di Suriah, di mana Israel telah menduduki sebagian besar wilayah di Suriah selatan setelah jatuhnya rezim [Bashar al-]Assad.
Sekarang doktrin yang disebut zona keamanan ini semuanya terkait. Itu benar-benar dimulai di Gaza, dan kita dapat melihat banyak kesamaan.
Namun, banyak hal yang coba dinormalisasi Israel di Gaza, ingin mereka perkuat dan jadikan standar di Lebanon: penghancuran, penghancuran sistematis desa-desa, pengambilalihan tanah, dan keinginan Israel untuk mengosongkan area yang tidak hanya dari bangunan, tetapi juga dari penduduk, khususnya desa-desa Syiah yang dianggap setara dan sebanding dengan posisi Hizbullah.
Dan itulah doktrin yang coba dilindungi Israel karena kekhawatiran di kalangan pengambil keputusan Israel, menurut laporan, adalah jika Israel menyerah di wilayah yang diduduki di Lebanon, mereka harus melakukan hal yang sama di Suriah. Dan itu adalah sesuatu yang secara ideologis belum siap mereka lakukan. Sayap kanan, yang merupakan basis pemerintahan ini, tidak akan menerimanya.
Selain itu, seorang pejabat senior AS menguatkan gencatan senjata tersebut dalam sebuah pernyataan resmi.
Sementara itu, Israel mendefinisikan gencatan senjata di Iran sebagai situasi di mana pasukannya tidak ditembaki tetapi situasi di mana mereka terus menduduki tanah. Itu benar di Gaza. Itu benar di Lebanon dan bahkan di Suriah, di mana Israel telah menduduki sebagian besar wilayah di Suriah selatan setelah jatuhnya rezim [Bashar al-]Assad.
Sekarang doktrin yang disebut zona keamanan ini semuanya terkait. Itu benar-benar dimulai di Gaza, dan kita dapat melihat banyak kesamaan.
Namun, banyak hal yang coba dinormalisasi Israel di Gaza, ingin mereka perkuat dan jadikan standar di Lebanon: penghancuran, penghancuran sistematis desa-desa, pengambilalihan tanah, dan keinginan Israel untuk mengosongkan area yang tidak hanya dari bangunan, tetapi juga dari penduduk, khususnya desa-desa Syiah yang dianggap setara dan sebanding dengan posisi Hizbullah.
Dan itulah doktrin yang coba dilindungi Israel karena kekhawatiran di kalangan pengambil keputusan Israel, menurut laporan, adalah jika Israel menyerah di wilayah yang diduduki di Lebanon, mereka harus melakukan hal yang sama di Suriah. Dan itu adalah sesuatu yang secara ideologis belum siap mereka lakukan. Sayap kanan, yang merupakan basis pemerintahan ini, tidak akan menerimanya.
(ahm)
Lihat Juga :