Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:21 WIB
loading...
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah influenza telah melanda Pangkalan Angkatan Udara Lackland, bagian dari Pangkalan Gabungan San Antonio di Texas, AS. Sebanyak 159 tentara jatuh sakit. Foto/San Antonio Express News
A A A
WASHINGTON - Wabah influenza telah melanda Pangkalan Angkatan Udara Lackland, bagian dari Pangkalan Gabungan San Antonio di Texas, Amerika Serikat (AS). Wabah ini menyebabkan 159 tentara jatuh sakit dalam beberapa minggu terakhir.

Insiden ini menarik perhatian karena waktunya, yakni terjadi kurang dari dua bulan setelah Menteri Perang Pete Hegseth mengakhiri persyaratan vaksinasi flu wajib yang telah lama berlaku untuk personel militer AS.

Baca Juga: Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau

Wabah tersebut, seperti dikutip NBC, Minggu (21/6/2026), terkonsentrasi di program Pelatihan Militer Dasar Sayap Pelatihan ke-37, di mana rekrutan baru tinggal berdekatan, berbagi barak terbuka dan fasilitas makan bersama.

Lingkungan ini memfasilitasi penularan virus pernapasan dengan cepat. Laporan media-media AS menunjukkan setidaknya 159 kasus yang dikonfirmasi, dengan angka yang berpotensi meningkat hingga 222 menurut pembaruan dari anggota Kongres AS, Joaquin Castro.

Para peserta pelatihan yang bergejala menerima perawatan antivirus seperti Tamiflu, dan individu yang terinfeksi diisolasi sampai dinyatakan sembuh oleh staf medis.

Tingkat vaksinasi di pangkalan tersebut dilaporkan turun tajam dari hampir 100% menjadi sekitar 40% setelah perubahan kebijakan April 2026, yang menjadikan vaksinasi flu tahunan opsional di seluruh militer.

Sebagai tanggapan terhadap wabah tersebut, para pejabat memberlakukan kembali vaksinasi flu wajib khusus untuk peserta pelatihan di Lackland. Angkatan Udara menggambarkan kejadian tersebut sebagai "wabah lokal" yang dikelola dalam koordinasi dengan Sayap Medis ke-59.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Sangat Keras Jika Tak Kendalikan Hizbullah!
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Arkeolog Arab Saudi...
Arkeolog Arab Saudi Temukan Prasasti Bertulis Khalifah Umar bin Khattab
Rekomendasi
Ashanty Raih Gelar Doktor,...
Ashanty Raih Gelar Doktor, Wisuda Bersama Anang dan Azriel Hermansyah di Unair
3.761 Personel Dikerahkan...
3.761 Personel Dikerahkan Amankan Aksi Unjuk Rasa di 2 Lokasi di Jakarta Hari Ini
IHSG Menghijau di Awal...
IHSG Menghijau di Awal Pekan, Pagi Ini Sentuh Level 6.217
Berita Terkini
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Iran Jawab Ancaman Trump:...
Iran Jawab Ancaman Trump: AS Sebaiknya Berhati-hati!
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved