10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Minggu, 21 Juni 2026 - 10:02 WIB
loading...
Pesawat pengebom siluman B-2 Spirit Amerika Serikat tercatat sebagai pesawat militer termahal di dunia. Foto/US Air Force/Staff Sgt. Bennie J. Davis III
A
A
A
JAKARTA - Harga tujuh unit pesawat pengebom (bomber) B-2 Spirit Amerika Serikat (AS) mencapai Rp262 triliun karena per unitnya USD2,1 miliar (sekitar Rp37,43 triliun). Total hargasemahal ituhampir setara dengan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia yang mencapai Rp268 triliun.
Kedengarannya sulit dipercaya. Namun itulah fakta begitu mahalnya bomber B-2, pesawat militer termahal yang pernah dibuat manusia.
Baca Juga: Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Perbandingan tersebut menunjukkan betapa mahalnya teknologi militer modern. Di era saat pesawat tempur bukan lagi sekadar mesin terbang pembawa bom dan rudal, biaya terbesar justru berasal dari radar, sensor, kecerdasan buatan (AI), teknologi siluman (stealth), sistem peperangan elektronik, hingga jaringan komunikasi yang mampu menghubungkan seluruh medan perang secara real time.
Mengutip data majalah pertahanan Amerika, The National Interest, inilah daftar 10 pesawat militer termahal di dunia.
B-2 Spirit adalah mahakarya teknologi siluman Amerika Serikat. Pesawat pengebom strategis ini mulai dikembangkan pada masa Perang Dingin dengan tujuan mampu menembus jaringan radar Soviet dan menghantam target bernilai tinggi tanpa terdeteksi.
Bentuknya yang menyerupai sayap terbang membuat jejak radarnya sangat kecil. Hingga kini B-2 masih menjadi salah satu aset paling strategis dalam arsenal militer Amerika Serikat.
Yang membuat harganya melambung bukan hanya teknologi siluman, tetapi juga jumlah produksinya yang sangat terbatas. Dari rencana awal lebih dari 100 unit, hanya 21 pesawat yang akhirnya diproduksi. Akibatnya, biaya riset dan pengembangan harus dibebankan kepada armada yang jauh lebih kecil.
B-2 merupakan contoh ekstrem bagaimana negara bersedia mengeluarkan dana luar biasa besar demi memperoleh kemampuan menyerang target di belahan dunia mana pun tanpa terdeteksi.
B-21 Raider adalah generasi penerus B-2 Spirit yang dirancang untuk menghadapi sistem pertahanan udara masa depan.
Meski lebih murah dibanding pendahulunya, harga satu unit B-21 masih setara dengan pembangunan berbagai proyek infrastruktur besar.
Amerika Serikat berupaya menekan biaya produksi B-21, tetapi harga tetap berada pada level yang hanya mampu dijangkau negara dengan anggaran pertahanan terbesar di dunia.
Pesawat ini tidak membawa bom strategis maupun rudal udara-ke-udara. Namun harganya melampaui banyak pesawat tempur modern.
RC-135 merupakan pesawat intelijen elektronik yang bertugas menguping komunikasi musuh, memetakan radar, serta mengumpulkan data strategis dari wilayah lawan.
Dalam peperangan modern, informasi sering kali lebih berharga daripada amunisi. RC-135 adalah bukti nyata bahwa data dapat bernilai miliaran dolar.
Banyak analis militer masih menganggap F-22 sebagai pesawat superioritas udara terbaik yang pernah dibangun.
Kombinasi stealth, radar AESA, supercruise, dan kemampuan manuver ekstrem membuatnya menjadi lawan yang sangat berbahaya dalam duel udara.
Produksi yang dihentikan lebih awal membuat biaya per unit F-22 melonjak drastis. Ini adalah jet tempur siluman eksklusif karena hanya AS yang mengoperasikannya.
Meski pensiun sejak 1998, SR-71 tetap menjadi salah satu pesawat paling revolusioner dalam sejarah.
Kecepatan lebih dari Mach 3 membuatnya hampir mustahil dicegat. Pada masanya, Blackbird menjadi simbol supremasi teknologi Amerika Serikat.
E-2D adalah radar terbang yang berfungsi sebagai pusat kendali armada kapal induk Amerika Serikat.
Kemampuannya mendeteksi dan melacak ratusan target sekaligus menjadikannya salah satu aset paling penting dalam operasi laut modern.
Pesawat berbasis Boeing 737 ini merupakan pesawat pemburu kapal selam paling canggih yang saat ini beroperasi.
Di tengah meningkatnya rivalitas di Indo-Pasifik, P-8 menjadi salah satu alat utama untuk mengawasi pergerakan armada laut dan kapal selam lawan.
E-7 adalah pusat komando udara terbang yang mampu memantau dan mengendalikan pertempuran dalam area yang sangat luas.
Amerika Serikat bahkan memilihnya sebagai penerus sebagian armada AWACS E-3 Sentry yang telah berusia tua.
Hasil kerja sama Inggris, Jerman, Italia, dan Spanyol ini masih menjadi salah satu jet tempur generasi 4,5 paling canggih di dunia.
Meski menjadi program persenjataan termahal dalam sejarah secara total biaya pengembangan, produksi massal membuat harga per unit F-35 lebih rendah dibanding sejumlah pesawat lain dalam daftar ini.
Daftar pesawat-pesawat tersebut memperlihatkan bahwa peperangan modern semakin mahal. Biaya tidak lagi didominasi oleh logam, mesin, atau bahan bakar, melainkan oleh teknologi yang tidak terlihat mata: perangkat lunak, sensor, radar, jaringan data, kecerdasan buatan, dan teknologi siluman.
Kedengarannya sulit dipercaya. Namun itulah fakta begitu mahalnya bomber B-2, pesawat militer termahal yang pernah dibuat manusia.
Baca Juga: Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Perbandingan tersebut menunjukkan betapa mahalnya teknologi militer modern. Di era saat pesawat tempur bukan lagi sekadar mesin terbang pembawa bom dan rudal, biaya terbesar justru berasal dari radar, sensor, kecerdasan buatan (AI), teknologi siluman (stealth), sistem peperangan elektronik, hingga jaringan komunikasi yang mampu menghubungkan seluruh medan perang secara real time.
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia
Mengutip data majalah pertahanan Amerika, The National Interest, inilah daftar 10 pesawat militer termahal di dunia.
1. B-2 Spirit
•Harga: USD2,1 miliar (Rp37,43 triliun)B-2 Spirit adalah mahakarya teknologi siluman Amerika Serikat. Pesawat pengebom strategis ini mulai dikembangkan pada masa Perang Dingin dengan tujuan mampu menembus jaringan radar Soviet dan menghantam target bernilai tinggi tanpa terdeteksi.
Bentuknya yang menyerupai sayap terbang membuat jejak radarnya sangat kecil. Hingga kini B-2 masih menjadi salah satu aset paling strategis dalam arsenal militer Amerika Serikat.
Yang membuat harganya melambung bukan hanya teknologi siluman, tetapi juga jumlah produksinya yang sangat terbatas. Dari rencana awal lebih dari 100 unit, hanya 21 pesawat yang akhirnya diproduksi. Akibatnya, biaya riset dan pengembangan harus dibebankan kepada armada yang jauh lebih kecil.
B-2 merupakan contoh ekstrem bagaimana negara bersedia mengeluarkan dana luar biasa besar demi memperoleh kemampuan menyerang target di belahan dunia mana pun tanpa terdeteksi.
2. B-21 Raider
•Harga: USD800 juta (Rp14,26 triliun)B-21 Raider adalah generasi penerus B-2 Spirit yang dirancang untuk menghadapi sistem pertahanan udara masa depan.
Meski lebih murah dibanding pendahulunya, harga satu unit B-21 masih setara dengan pembangunan berbagai proyek infrastruktur besar.
Amerika Serikat berupaya menekan biaya produksi B-21, tetapi harga tetap berada pada level yang hanya mampu dijangkau negara dengan anggaran pertahanan terbesar di dunia.
3. RC-135 Rivet Joint
•Harga: USD400 juta (Rp7,13 triliun)Pesawat ini tidak membawa bom strategis maupun rudal udara-ke-udara. Namun harganya melampaui banyak pesawat tempur modern.
RC-135 merupakan pesawat intelijen elektronik yang bertugas menguping komunikasi musuh, memetakan radar, serta mengumpulkan data strategis dari wilayah lawan.
Dalam peperangan modern, informasi sering kali lebih berharga daripada amunisi. RC-135 adalah bukti nyata bahwa data dapat bernilai miliaran dolar.
4. F-22 Raptor
•Harga: USD350 juta (Rp6,24 triliun)Banyak analis militer masih menganggap F-22 sebagai pesawat superioritas udara terbaik yang pernah dibangun.
Kombinasi stealth, radar AESA, supercruise, dan kemampuan manuver ekstrem membuatnya menjadi lawan yang sangat berbahaya dalam duel udara.
Produksi yang dihentikan lebih awal membuat biaya per unit F-22 melonjak drastis. Ini adalah jet tempur siluman eksklusif karena hanya AS yang mengoperasikannya.
5. SR-71 Blackbird
•Harga: USD300 juta (Rp5,35 triliun)Meski pensiun sejak 1998, SR-71 tetap menjadi salah satu pesawat paling revolusioner dalam sejarah.
Kecepatan lebih dari Mach 3 membuatnya hampir mustahil dicegat. Pada masanya, Blackbird menjadi simbol supremasi teknologi Amerika Serikat.
6. E-2D Advanced Hawkeye
•Harga: USD300 juta (Rp5,35 triliun)E-2D adalah radar terbang yang berfungsi sebagai pusat kendali armada kapal induk Amerika Serikat.
Kemampuannya mendeteksi dan melacak ratusan target sekaligus menjadikannya salah satu aset paling penting dalam operasi laut modern.
7. P-8 Poseidon
•Harga: USD 290 juta (Rp5,17 triliun)Pesawat berbasis Boeing 737 ini merupakan pesawat pemburu kapal selam paling canggih yang saat ini beroperasi.
Di tengah meningkatnya rivalitas di Indo-Pasifik, P-8 menjadi salah satu alat utama untuk mengawasi pergerakan armada laut dan kapal selam lawan.
8. E-7 Wedgetail
•Harga: USD250 juta (Rp4,46 triliun)E-7 adalah pusat komando udara terbang yang mampu memantau dan mengendalikan pertempuran dalam area yang sangat luas.
Amerika Serikat bahkan memilihnya sebagai penerus sebagian armada AWACS E-3 Sentry yang telah berusia tua.
9. Eurofighter Typhoon
•Harga: USD150 juta (Rp2,67 triliun)Hasil kerja sama Inggris, Jerman, Italia, dan Spanyol ini masih menjadi salah satu jet tempur generasi 4,5 paling canggih di dunia.
10. F-35 Lightning II
•Harga: USD130 juta (Rp2,32 triliun)Meski menjadi program persenjataan termahal dalam sejarah secara total biaya pengembangan, produksi massal membuat harga per unit F-35 lebih rendah dibanding sejumlah pesawat lain dalam daftar ini.
Daftar pesawat-pesawat tersebut memperlihatkan bahwa peperangan modern semakin mahal. Biaya tidak lagi didominasi oleh logam, mesin, atau bahan bakar, melainkan oleh teknologi yang tidak terlihat mata: perangkat lunak, sensor, radar, jaringan data, kecerdasan buatan, dan teknologi siluman.
(mas)
Lihat Juga :