Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Kamis, 18 Juni 2026 - 14:04 WIB
loading...
A
A
A
“Namun, ini merupakan kemitraan yang luar biasa. [Netanyahu] akan mengatakan [AS adalah] mitra besar, dan [Israel adalah] mitra yang sangat kecil, dan itu benar,” imbuh dia.
Israel telah marah atas MoU AS-Iran karena beberapa alasan, termasuk perpanjangan eksplisit gencatan senjata Washington-Teheran yang mencakup Lebanon—sesuatu yang menurut Tel Aviv bukanlah kewajibannya. Versi final MoU tersebut juga mengakui perlunya memastikan “integritas teritorial dan kedaulatan Lebanon".
Ketika ditanya dalam briefing telepon dengan wartawan apakah ini berarti Israel harus menarik diri dari zona penyangga yang telah dibuatnya di Lebanon selatan, seorang pejabat senior AS menolak untuk memberikan jawaban langsung, dan malah menegaskan kembali bahwa AS mengharapkan Iran untuk menahan Hizbullah atau kelompok milisi tersebut akan menghadapi serangan Israel yang berkelanjutan.
Wakil Presiden AS JD Vance dilaporkan meminta Netanyahu dalam beberapa hari terakhir untuk secara bertahap menarik diri dari Lebanon, tetapi perdana menteri Israel itu telah menolak, sambil meyakinkannya bahwa militer Israel atau IDF akan bertindak dengan cara yang lebih terencana.
Sementara itu, Trump pada konferensi pers menegaskan kembali keinginannya agar pemerintah Suriah yang baru terbentuk memerangi Hizbullah, alih-alih Israel yang melakukannya—sebuah gagasan yang sangat tidak populer di Damaskus, Beirut, dan Tel Aviv.
Sedangkan untuk Netanyahu, Trump berpendapat bahwa dia seharusnya senang dengan MoU tersebut karena itu berarti Israel tidak akan dibom nuklir.
“Saya mengatakan kepada Bibi, ‘Risiko terbesar adalah mereka menjatuhkan senjata nuklir di tengah Israel'," kata Trump.
“‘Pikirkan itu, Bibi. Hal terpenting yang Anda minta adalah itu',” lanjut Trump. “Jadi, saya pikir mereka [Israel] senang.”
Israel dilaporkan sangat menentang kesepakatan tersebut, karena hanya mencakup janji Iran untuk tidak memperoleh senjata nuklir. Selain itu, Iran hanya setuju untuk membahas konsesi lebih lanjut dalam negosiasi lanjutan selama dua bulan ke depan, di mana mereka dijadwalkan akan menerima keringanan sanksi yang cukup besar.
Selain pembahasan tentang Soleimani selama konferensi pers, Trump juga beralih untuk memuji pekerjaan yang telah dilakukan pemerintahannya di Jalur Gaza.
AS menengahi kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera antara Hamas dan Israel tahun lalu, tetapi kesepakatan itu terhenti, karena kelompok perlawanan Palestina tersebut menolak untuk menerapkan persyaratan fase kedua yaitu menyerahkan senjatanya, sementara Israel telah melanggar ketentuan fase pertama yang berkaitan dengan bantuan kemanusiaan, penarikan pasukan, dan penghentian serangan di Jalur Gaza.
Israel telah marah atas MoU AS-Iran karena beberapa alasan, termasuk perpanjangan eksplisit gencatan senjata Washington-Teheran yang mencakup Lebanon—sesuatu yang menurut Tel Aviv bukanlah kewajibannya. Versi final MoU tersebut juga mengakui perlunya memastikan “integritas teritorial dan kedaulatan Lebanon".
Ketika ditanya dalam briefing telepon dengan wartawan apakah ini berarti Israel harus menarik diri dari zona penyangga yang telah dibuatnya di Lebanon selatan, seorang pejabat senior AS menolak untuk memberikan jawaban langsung, dan malah menegaskan kembali bahwa AS mengharapkan Iran untuk menahan Hizbullah atau kelompok milisi tersebut akan menghadapi serangan Israel yang berkelanjutan.
Wakil Presiden AS JD Vance dilaporkan meminta Netanyahu dalam beberapa hari terakhir untuk secara bertahap menarik diri dari Lebanon, tetapi perdana menteri Israel itu telah menolak, sambil meyakinkannya bahwa militer Israel atau IDF akan bertindak dengan cara yang lebih terencana.
Sementara itu, Trump pada konferensi pers menegaskan kembali keinginannya agar pemerintah Suriah yang baru terbentuk memerangi Hizbullah, alih-alih Israel yang melakukannya—sebuah gagasan yang sangat tidak populer di Damaskus, Beirut, dan Tel Aviv.
Sedangkan untuk Netanyahu, Trump berpendapat bahwa dia seharusnya senang dengan MoU tersebut karena itu berarti Israel tidak akan dibom nuklir.
“Saya mengatakan kepada Bibi, ‘Risiko terbesar adalah mereka menjatuhkan senjata nuklir di tengah Israel'," kata Trump.
“‘Pikirkan itu, Bibi. Hal terpenting yang Anda minta adalah itu',” lanjut Trump. “Jadi, saya pikir mereka [Israel] senang.”
Israel dilaporkan sangat menentang kesepakatan tersebut, karena hanya mencakup janji Iran untuk tidak memperoleh senjata nuklir. Selain itu, Iran hanya setuju untuk membahas konsesi lebih lanjut dalam negosiasi lanjutan selama dua bulan ke depan, di mana mereka dijadwalkan akan menerima keringanan sanksi yang cukup besar.
Selain pembahasan tentang Soleimani selama konferensi pers, Trump juga beralih untuk memuji pekerjaan yang telah dilakukan pemerintahannya di Jalur Gaza.
AS menengahi kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera antara Hamas dan Israel tahun lalu, tetapi kesepakatan itu terhenti, karena kelompok perlawanan Palestina tersebut menolak untuk menerapkan persyaratan fase kedua yaitu menyerahkan senjatanya, sementara Israel telah melanggar ketentuan fase pertama yang berkaitan dengan bantuan kemanusiaan, penarikan pasukan, dan penghentian serangan di Jalur Gaza.
Lihat Juga :