Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?

Rabu, 17 Juni 2026 - 03:30 WIB
loading...
A A A
Ia mengatakan bahwa ancaman dan serangan terhadap kapal dagang meningkat secara signifikan, “terutama sejak blokade angkatan laut AS dimulai, meningkatkan tingkat ketegangan maritim” dan mengakibatkan korban sipil, termasuk “pelaut, nelayan, buruh pelabuhan, dan pilot”.

“Prioritas utama adalah keberangkatan yang aman bagi semua pelaut, dengan kerja sama internasional, terlepas dari hasil politiknya,” kata Rezaei. Ia mencatat bahwa di samping korban fisik, kematian, dan hilangnya puluhan pelaut, “kerusakan psikologis dan stres yang dialami para pelaut dan keluarga mereka selama perang tidak akan mudah dikompensasi”.

Menatap ke depan menuju periode pasca-perang, Rezaei memproyeksikan pemulihan bertahap yang dimulai dengan penandatanganan resmi nota kesepahaman di Swiss pada 19 Juni, diikuti oleh periode 30 hari di mana “Iran berkomitmen untuk memulai upaya pembersihan menyelesaikan”.

Namun, ia mengatakan verifikasi keselamatan dapat memakan waktu 40 hingga 50 hari sebelum “kapal-kapal merasa aman untuk kembali berlayar”, dengan biaya asuransi yang tinggi dan ketidakpercayaan yang masih ada berpotensi menunda kembalinya pelayaran sepenuhnya hingga “delapan bulan”.

4. Memulihkan Ekonomi Dunia

Charlie Robertson, kepala penasihat ekonomi Equity Group, mengatakan pembukaan kembali Selat Hormuz akan membawa kelegaan global, tetapi dampak positifnya tidak akan langsung terasa.

Robertson berpendapat bahwa penutupan tersebut sepenuhnya menggagalkan prospek global yang sangat optimis, mencatat bahwa itu adalah "kisah yang menggembirakan" sebelum penutupan Selat Hormuz.

"Kita akan mendapatkan pemotongan suku bunga. Kita akan mendapatkan investasi yang mengalir ke negara-negara rendah. Ada pergeseran selera untuk pasar negara berkembang dan pasar perbatasan. Kemudian pada bulan Maret, April, dan Mei, itu hancur berantakan karena penutupan Selat Hormuz," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dikuburkan Hari Ini di Tengah Serangan AS terhadap Iran
Jenderal Iran Incar...
Jenderal Iran Incar Trump dan Netanyahu, Balas Dendam untuk Khamenei
Trump Ketar-ketir Nyawanya...
Trump Ketar-ketir Nyawanya Terancam, Sebut Iran Berencana Membunuhnya
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
China Uji Coba Rudal...
China Uji Coba Rudal Nuklir dari Kapal Selam, AS hingga Australia Panik
Trump Ancam Serang Lagi,...
Trump Ancam Serang Lagi, Iran Akan Tutup Total Selat Hormuz
Rekomendasi
Azzedine Ounahi, Dari...
Azzedine Ounahi, Dari Jalanan Casablanca Sampai Diingat Dunia
Pengamanan di Polda...
Pengamanan di Polda Metro Diperketat usai Penggeledahan, Puluhan Brimob Bersenjata Siaga
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
Berita Terkini
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dikuburkan Hari Ini di Tengah Serangan AS terhadap Iran
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved