Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Senin, 15 Juni 2026 - 08:47 WIB
loading...
A
A
A
Namun, secara publik, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu “menyatakan apresiasinya” atas komitmen Presiden Trump bahwa kesepakatan itu akan mencakup penghapusan material uranium yang diperkaya dari Iran sambil menekankan bahwa negaranya bukan pihak dalam perjanjian tersebut.
Namun, di balik layar, gambaran yang berbeda muncul, di mana Trump mencaci maki Netanyahu dalam panggilan telepon pada awal Juni dan menyebutnya "gila" atas serangan Israel di Lebanon.
Percakapan telepon itu diungkap Axios, yang kemudian dikonfirmasi oleh Trump. Media tersebut juga mengeklaim bahwa Trump mengancam akan menarik dukungan untuk Israel jika negara itu memulai kembali perang dengan Iran.
Secara publik, Trump juga menekankan bahwa Netanyahu tidak punya pilihan lain selain menerima kesepakatan AS-Iran.
Ketegangan yang dilaporkan antara kedua pemimpin tersebut muncul ketika Trump mendapat kecaman atas apa yang digambarkan oleh para kritikusnya sebagai taktik Israel yang berhasil untuk menarik AS ke dalam perang dengan Iran. Kampanye militer tersebut menuai kemarahan dari beberapa pendukung setia Trump, termasuk jurnalis konservatif Tucker Carlson, yang menyebutnya sebagai "kesalahan terbesar" dalam masa kepresidenan Trump.
Namun, di balik layar, gambaran yang berbeda muncul, di mana Trump mencaci maki Netanyahu dalam panggilan telepon pada awal Juni dan menyebutnya "gila" atas serangan Israel di Lebanon.
Percakapan telepon itu diungkap Axios, yang kemudian dikonfirmasi oleh Trump. Media tersebut juga mengeklaim bahwa Trump mengancam akan menarik dukungan untuk Israel jika negara itu memulai kembali perang dengan Iran.
Secara publik, Trump juga menekankan bahwa Netanyahu tidak punya pilihan lain selain menerima kesepakatan AS-Iran.
Ketegangan yang dilaporkan antara kedua pemimpin tersebut muncul ketika Trump mendapat kecaman atas apa yang digambarkan oleh para kritikusnya sebagai taktik Israel yang berhasil untuk menarik AS ke dalam perang dengan Iran. Kampanye militer tersebut menuai kemarahan dari beberapa pendukung setia Trump, termasuk jurnalis konservatif Tucker Carlson, yang menyebutnya sebagai "kesalahan terbesar" dalam masa kepresidenan Trump.
(mas)
Lihat Juga :