Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit

Minggu, 14 Juni 2026 - 09:50 WIB
loading...
A A A
Dia memperingatkan bahwa hal itu akan memperburuk masalah puing-puing antariksa dan meningkatkan risiko tabrakan beruntun—yang disebut efek Kessler. “Bahkan mungkin, bahwa ketinggian orbit tertentu tidak akan dapat digunakan lagi selama beberapa dekade," ujarnya.

Peringatan ini muncul ketika Berlin berupaya menjadikan ruang angkasa sebagai pilar utama kebijakan pertahanannya. Strategi keamanan ruang angkasa baru Jerman menyatakan bahwa Bundeswehr (angkatan bersenjata Jerman) harus mampu tidak hanya melindungi akses Jerman dan sekutunya ke ruang angkasa, tetapi juga membatasi kemampuan musuh untuk menggunakannya.

Traut mengatakan ancaman di ruang angkasa telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari pengacauan GPS dan laser hingga serangan fisik terhadap satelit. Di tingkat yang lebih rendah, katanya, gangguan elektromagnetik dan interferensi laser sudah menjadi kenyataan sehari-hari. “Contoh terbaik adalah pengacauan GPS di wilayah Baltik,” katanya, menambahkan bahwa hal itu memengaruhi penerbangan sipil dan lalu lintas maritim.

Dia berpendapat bahwa respons Jerman tidak boleh ragu-ragu. “Anda tidak memasuki arena hanya dengan perisai,” kata Traut. “Pencegahan yang berfungsi selalu memiliki komponen ofensif yang aktif," imbuh dia.

Dia menekankan bahwa “ofensif tidak berarti agresif", tetapi dia mengatakan Jerman harus mampu mengambil inisiatif dalam konflik. Itu termasuk bertindak melawan sistem ruang angkasa musuh—tidak harus di orbit, tetapi di seluruh infrastruktur yang lebih luas yang membuat satelit berfungsi, dari stasiun bumi hingga pengacau sinyal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Kisah Anjing Lucu Curi...
Kisah Anjing Lucu Curi Perhatian selama Piala Dunia 2026, Punya Arti Spesial buat Pemiliknya
Rekomendasi
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN...
Dorong SDM Unggul, IWIP-WBN Gandeng LPDP Kirim Mahasiswa ke China
Stimulus Jumbo Lintas...
Stimulus Jumbo Lintas Sektor Rp26,34 Triliun Resmi Meluncur, Berikut Rincian Alokasinya
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Klaim AS Hendak Bunuh...
Klaim AS Hendak Bunuh Putin Bisa Picu Perang Nuklir dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved