4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Rabu, 10 Juni 2026 - 13:07 WIB
loading...
A
A
A
“Tetapi pada akhirnya, setiap kali berbagai jenis peristiwa ini terjadi, kesan yang saya dapatkan dari kedua belah pihak adalah bahwa kepercayaan dan keyakinan mereka dalam kemampuan untuk mencapai kesepakatan mulai berkurang,” tambahnya.
Serangan baru ini terjadi sehari setelah Iran dan Israel saling baku tembak dalam eskalasi paling serius sejak gencatan senjata berlaku pada bulan April. Perang dimulai dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, dan telah mengguncang ekonomi global serta menaikkan biaya bahan bakar dan makanan.
Al Jazeera, melaporkan dari Teheran, mengatakan bahwa meskipun ada serangan terbaru, kedua pihak tidak menginginkan kembalinya perang skala penuh.
“Namun, pemahaman yang ada adalah bahwa kedua belah pihak ingin kembali bernegosiasi, meskipun Iran mengatakan mereka tidak mempercayai inisiatif Amerika apa pun terkait perdamaian," demikian laporan Al Jazeera.
Serangan baru ini terjadi sehari setelah Iran dan Israel saling baku tembak dalam eskalasi paling serius sejak gencatan senjata berlaku pada bulan April. Perang dimulai dengan serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, dan telah mengguncang ekonomi global serta menaikkan biaya bahan bakar dan makanan.
4. Perdamaian Berjalan Lambat
Kemajuan menuju kesepakatan perdamaian tetap lambat, semakin rumit karena kampanye Israel yang semakin intensif di Lebanon melawan Hizbullah yang didukung Iran.Al Jazeera, melaporkan dari Teheran, mengatakan bahwa meskipun ada serangan terbaru, kedua pihak tidak menginginkan kembalinya perang skala penuh.
“Namun, pemahaman yang ada adalah bahwa kedua belah pihak ingin kembali bernegosiasi, meskipun Iran mengatakan mereka tidak mempercayai inisiatif Amerika apa pun terkait perdamaian," demikian laporan Al Jazeera.
(ahm)
Lihat Juga :