Ahli Misil Rusia: Obama Anak Sekolah saat Kami Bereksperimen Rudal Hipersonik

loading...
Ahli Misil Rusia: Obama Anak Sekolah saat Kami Bereksperimen Rudal Hipersonik
Gambar komputer grafik menunjukkan kendaraan luncur hipersonik Avangard. Tampilan sebenarnya dari sistem rudal Avangard Rusia masih dirahasiakan. Foto/Kementerian Pertahanan Rusia
A+ A-
MOSKOW - Seorang ahli misil Rusia yang merancang kendaraan luncur hipersonik Avangard Rusia mengejek Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump karena mengklaim Moskow mencuri teknologi misil hipersonik dari pemerintahan Barack Obama.

Pakar tersebut mengatakan bahwa eksperimen rudal hipersonik di Rusia sudah dimulai jauh-jauh hari sebelum masa kepresidenan Obama. (Baca: Trump Sebut Rusia Curi Informasi dari Pemerintah Obama untuk Buat Rudal Hipersonik)

"Barack Obama menjadi presiden AS pada tahun 2009. Eksperimen kami dengan hal-hal semacam ini dimulai pada masa Soviet, ketika Obama masih remaja," kata Gerbert Yefremov, seorang insinyur terkenal yang memainkan peran kunci dalam merancang sistem rudal terbaru Rusia, termasuk kendaraan luncur hipersonik Avangard, kepada Rossiyskaya Gazeta.

"Dia masih anak sekolah ketika kami sudah bereksperimen dengan teknologi hipersonik," imbuh perancang misil terkenal Rusia berusia 87 tahun itu yang dilansir Russia Today, Senin (21/9/2020).



Kesimpulan yang dapat diambil dari perkataan Yefremov adalah bahwa ilmuwan Rusia mulai mengembangkan teknologi hipersonik antara tahun 1974 dan 1981, yakni ketika mantan Presiden Obama masih remaja.

Pekerjaan yang melibatkan Yefremov tidak sia-sia, karena tahun lalu Avangard Rusia menjadi senjata hipersonik pertama yang digunakan oleh militer mana pun di dunia. (Baca juga: Putin: Ungguli AS, Rusia Mampu Tangkal Senjata Hipersonik Musuh)

Perangkat keras militer Rusia lainnya, yang mampu melakukan perjalanan berkali-kali lebih cepat daripada kecepatan suara, termasuk rudal jelajah Kinzhal dan rudal anti-kapal Zirkon, sekarang sedang menjalani pengujian.

Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa senjata hipersonik yang tak tertandingi telah mengubah status quo yang menguntungkan Rusia. "Negara ini telah bermain mengejar ketertinggalan dengan AS sejak Perang Dingin dalam hal teknologi militer, tetapi sekarang mereka mengejar kami, mencoba mengejar ketertinggalan," kata Putin saat membanggakan senjata tercanggih Rusia beberapa waktu lalu.



Namun, Presiden AS Donald Trump, selama kampanye kampanye baru-baru ini di Minnesota, bersikeras bahwa Rusia mampu membangun rudal "super duper" hipersonik karena mendapat informasi dari pemerintahan Obama. "Rusia mencuri informasi itu," katanya.

Klaim Trump tersebut tidak didukung oleh bukti apa pun. Trump juga menambahkan bahwa AS memiliki rudal hipersoniknya sendiri, yang diklaim jauh lebih cepat daripada yang dimiliki Rusia.
(min)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top