Tak Punya Musuh, tapi Swiss Hendak Beli Jet Tempur Siluman F-35 AS
Senin, 21 September 2020 - 15:11 WIB
loading...
A
A
A
Pesawat-pesawat jet tempur baru, jika benar-benar dibeli, akan menggantikan armada 30 jet tempur F/A-18 Hornet Swiss yang sudah tua, yang akan berhenti beroperasi pada 2030.
Seiler Graf mengatakan alternatif yang lebih murah, seperti versi pesawat latih Leonardo M346, menawarkan nilai yang lebih baik daripada apa yang dia sebut "mainan mahal". Alternatif itu, kata dia, sedang dipertimbangkan. (Baca: China Diduga Uji Terbang FC-31, Pesaing Jet Tempur Siluman F-35 AS )
"Kami butuh pesawat baru, itu tidak dipermasalahkan, tapi membeli pesawat yang lebih ringan dan lebih sederhana sudah cukup," katanya. "Akan lebih baik memiliki Fiat daripada Maserati."
Lukas Golder dari lembaga survei GFS Bern mengatakan pemilih kemungkinan akan mendukung rencana untuk membeli jet tempur mutakhir baru. Menurutnya, netralitas bersenjata sangat penting untuk bagaimana Swiss mendefinisikan dirinya, kembali ke keyakinan bahwa tentara yang kuat menghalau invasi Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.
Anggota parlemen Thomas Hurter dari sayap kanan Partai Rakyat Swiss, yang juga mantan pilot Angkatan Udara, mengatakan Swiss harus melindungi dirinya sendiri tanpa bergantung pada negara lain.
Seiler Graf mengatakan alternatif yang lebih murah, seperti versi pesawat latih Leonardo M346, menawarkan nilai yang lebih baik daripada apa yang dia sebut "mainan mahal". Alternatif itu, kata dia, sedang dipertimbangkan. (Baca: China Diduga Uji Terbang FC-31, Pesaing Jet Tempur Siluman F-35 AS )
"Kami butuh pesawat baru, itu tidak dipermasalahkan, tapi membeli pesawat yang lebih ringan dan lebih sederhana sudah cukup," katanya. "Akan lebih baik memiliki Fiat daripada Maserati."
Lukas Golder dari lembaga survei GFS Bern mengatakan pemilih kemungkinan akan mendukung rencana untuk membeli jet tempur mutakhir baru. Menurutnya, netralitas bersenjata sangat penting untuk bagaimana Swiss mendefinisikan dirinya, kembali ke keyakinan bahwa tentara yang kuat menghalau invasi Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.
Anggota parlemen Thomas Hurter dari sayap kanan Partai Rakyat Swiss, yang juga mantan pilot Angkatan Udara, mengatakan Swiss harus melindungi dirinya sendiri tanpa bergantung pada negara lain.
Lihat Juga :