Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka

Minggu, 07 Juni 2026 - 10:03 WIB
loading...
Israel Bunuh 3 Tentara...
Presiden Lebanon Joseph Aoun. Foto/anadolu
A A A
BEIRUT - Presiden Lebanon Joseph Aoun mengecam pembunuhan tiga tentara Lebanon dalam serangan Israel di Lebanon selatan. Dia menyebutnya sebagai "pelanggaran terang-terangan" terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional.

Tentara Israel mengakui menargetkan kendaraan militer Lebanon dan mengatakan sedang menyelidiki keadaan seputar serangan tersebut.

Dalam pernyataan, Aoun mengecam apa yang digambarkannya sebagai serangan Israel terhadap patroli tentara Lebanon di jalan Khardali-Nabatieh yang menewaskan dua perwira dan seorang tentara.

Ia mengatakan serangan itu merupakan bagian dari eskalasi Israel yang sedang berlangsung yang mengancam stabilitas dan keamanan di Lebanon selatan meskipun ada upaya diplomatik dan pembicaraan yang sedang berlangsung di Washington yang bertujuan mengakhiri serangan Israel.

Aoun mendesak komunitas internasional memikul tanggung jawabnya, menghentikan serangan berulang terhadap Lebanon dan memastikan penghormatan terhadap resolusi internasional yang relevan.

Sabtu pagi, militer Lebanon mengatakan serangan Israel menargetkan kendaraan militer di jalan Kfartebnit-Khardali di daerah Nabatieh, menewaskan seorang brigadir jenderal, seorang kapten, dan seorang tentara.

Perdana Menteri Nawaf Salam menggambarkan serangan itu sebagai "kejahatan" dan serangan terhadap Lebanon dan seluruh rakyat Lebanon.

Dalam pernyataan terpisah, Hizbullah mengutuk serangan itu sebagai kejahatan yang disengaja dan menuduh otoritas Lebanon membuat konsesi yang mendorong tindakan Israel lebih lanjut.

Setelah insiden tersebut, militer Israel mengatakan telah mengidentifikasi satu kendaraan yang bergerak mencurigakan menuju pasukannya di dekat Kfartebnit di daerah yang digambarkan sebagai zona pertempuran aktif.

Militer mengklaim telah menerima peringatan tentang tembakan yang diarahkan ke pasukannya di daerah tersebut dan mengatakan intelijen menunjukkan aktivitas Hizbullah yang luas di sana.

Mereka mengatakan kendaraan itu menjadi sasaran karena dianggap sebagai ancaman bagi pasukan Israel.

Menurut militer, tinjauan awal menunjukkan dua perwira Lebanon dan seorang tentara berada di dalam kendaraan tersebut.

Serangan itu terjadi meskipun gencatan senjata yang rapuh telah berlaku sejak 17 April dan diperpanjang oleh Washington hingga awal Juli di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung untuk mencegah permusuhan baru.

Pada akhir empat putaran pembicaraan di Washington pada hari Kamis, AS, Lebanon, dan Israel mengumumkan deklarasi niat yang mencakup penghentian total tembakan Hizbullah dan penarikan pasukan kelompok tersebut dari daerah di selatan Sungai Litani.

Namun, Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem menolak hasil pembicaraan tersebut, mengatakan hal itu tidak dapat diterima oleh sebagian besar penduduk Lebanon.

Israel telah mengintensifkan kampanye militernya di Lebanon sejak 2 Maret di tengah konflik regional yang terkait dengan perang dengan Iran. Menurut angka Lebanon, serangan tersebut telah menewaskan 3.558 orang dan melukai 10.870 lainnya, sementara lebih dari satu juta orang mengungsi.

Baca juga: Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Iran Menang Banyak!...
Iran Menang Banyak! Sanksi Dicabut dan Diizinkan Ekspor Minyak
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
Janji Manis Investasi...
Janji Manis Investasi Rp5.323 Triliun di Balik Kesepakatan Damai AS-Iran
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
PM Belanda Rob Jetten...
PM Belanda Rob Jetten Minta Maaf kepada Tentara Maluku
Rekomendasi
Bumerang Bagi Penerimaan...
Bumerang Bagi Penerimaan Negara, Usulan Kenaikan Batas Produksi Rokok Tuai Kritik
Gelontorkan Diskon Tiket...
Gelontorkan Diskon Tiket Transportasi hingga 30%, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp1,54 Triliun
Sidang Kasus Tudingan...
Sidang Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Digelar di PN Jakarta Timur
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved