Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya

Kamis, 04 Juni 2026 - 07:57 WIB
loading...
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman telah gagal memenangkan kursi sementara di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk pertama kalinya. Foto/X @i24NEWS_EN
A A A
NEW YORK - Jerman telah gagal memenangkan kursi sementara di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk pertama kalinya. Ia kalah dari Austria dan Portugal dalam pemungutan suara Majelis Umum PBB.

Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menyebut hasil tersebut sebagai "kekecewaan yang nyata" karena Berlin telah memenangkan keenam upaya sebelumnya.

Baca Juga: Iran pada Jerman: Perang AS-Israel Langgar Piagam PBB

Portugal memenangkan 134 suara dan Austria 131 suara dalam perebutan dua kursi yang dialokasikan untuk kelompok Eropa Barat dan Lainnya, sementara Berlin hanya menerima 104 suara dalam pemungutan suara rahasia pada hari Rabu.

Zimbabwe dan Trinidad dan Tobago terpilih tanpa lawan untuk kursi yang masing-masing diperuntukkan untuk Afrika serta Amerika Latin dan Karibia.

Kyrgyzstan mengamankan kursi Asia-Pasifik setelah mengalahkan Filipina, yang berarti lima anggota terpilih yang baru akan menggantikan Pakistan, Somalia, Yunani, Denmark, dan Panama untuk masa jabatan dua tahun yang dimulai pada 1 Januari 2027.

Pemungutan suara dipimpin oleh mantan Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock, yang menjabat sebagai presiden Majelis Umum PBB.

Upaya Jerman yang gagal menandai perubahan dari kampanye Dewan Keamanan PBB sebelumnya, yang secara tradisional didahului oleh koordinasi bertahun-tahun di dalam kelompok Barat.

Dalam pemilihan sebelumnya untuk periode 1977–1978, 1987–1988, 1995–1996, 2003–2004, 2011–2012, dan 2019–2020, Berlin maju tanpa lawan atau masuk sebagai favorit yang jelas, dan memilih untuk tetap berada di pinggir lapangan ketika menghadapi pesaing yang serius.

Berlin juga telah lama berupaya mendapatkan kursi tetap di DK PBB, dengan alasan bahwa badan tersebut harus diperluas untuk lebih mencerminkan realitas politik dan ekonomi saat ini, sekaligus mempromosikan dirinya sebagai donor utama PBB dan pendukung multilateralisme.

Wadephul, seperti dikutip Russia Today, Kamis (4/6/2026), mengatakan tahun lalu bahwa dewan tersebut harus mencakup kursi tetap dan tidak tetap tambahan, terutama untuk wilayah yang kurang terwakili di Afrika, Asia, dan Amerika Latin.

Jerman telah membingkai dorongannya untuk mendapatkan kursi tetap sebagai bagian dari tuntutan Global South yang lebih luas untuk reformasi badan yang masih didominasi oleh kekuatan Barat.

Para pemimpin Afrika telah menyerukan setidaknya dua kursi tetap untuk benua tersebut, sementara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menggambarkan pengecualian Afrika dari keanggotaan tetap sebagai "tidak dapat dibenarkan".

India juga telah mendorong keanggotaan tetap, dengan alasan populasi, ekonomi, sistem demokrasi, dan rekam jejaknya dalam menjaga perdamaian PBB. New Delhi mengatakan bahwa mereka "sangat cocok" untuk mendapatkan kursi tetap, sambil menggunakan inisiatif "Voice of Global South" untuk menampilkan diri sebagai perwakilan negara-negara berkembang dalam debat tentang tata kelola global.

Dewan Keamanan PBB memiliki 15 anggota: lima pemegang hak veto tetap—Rusia, China, Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis—dan sepuluh anggota terpilih, setengahnya diganti setiap tahun untuk masa jabatan dua tahun yang bergiliran.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
China Hadapi “Epidemi”...
China Hadapi “Epidemi” Baru, Lonjakan Kematian Usia Muda Picu Kekhawatiran Publik
Dasar Laut Terangkat...
Dasar Laut Terangkat hingga 2 Meter, Gempa Dahsyat M7,8 Ubah Peta Pesisir Filipina
Rekomendasi
Austria Ungguli Yordania...
Austria Ungguli Yordania 1-0 di Babak Pertama, Gol Roket Schmid Jadi Pembeda
5 Fakta Menarik Lionel...
5 Fakta Menarik Lionel Messi Meledak di Laga Pembuka Argentina di Piala Dunia 2026
Kisah Seru Benci Jadi...
Kisah Seru Benci Jadi Cinta di Microdrama The Scholarship Boy Stole My Heart V+Short
Berita Terkini
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved