IRGC: Serangan Balasan ke Kuwait dan Bahrain Harus Jadi Pelajaran bagi AS
Rabu, 03 Juni 2026 - 21:35 WIB
loading...
A
A
A
“Kami sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap tindakan agresi akan dibalas dengan respons yang berbeda dan lebih keras, dan kami telah bertindak sesuai dengan itu. Respons ini harus menjadi pelajaran. Kami menegaskan kembali bahwa mengganggu keamanan Selat Hormuz akan membawa konsekuensi berat bagi militer AS yang agresif.”
Sebelumnya, Iran mengutuk apa yang digambarkannya sebagai serangan AS, dengan mengatakan bahwa serangan tersebut melanggar kesepakatan gencatan senjata dan hukum internasional.
Kementerian Luar Negeri mengatakan Kuwait dan Bahrain memikul “tanggung jawab langsung dan jelas” atas serangan tersebut, dengan menuduh wilayah dan fasilitas mereka telah digunakan untuk mendukung operasi militer AS terhadap Iran.
Teheran mengatakan pihaknya berhak untuk membela diri dan akan menggunakan semua cara yang tersedia untuk membalas, termasuk dengan menargetkan sumber serangan di masa mendatang.
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa IRGC membagikan rangkaian peristiwa yang merinci baku tembak antara pasukan AS dan Iran.
Menurut IRGC, baku tembak dimulai ketika pasukan AS menyerang kapal tanker minyak Iran di dekat Selat Hormuz, merusak ruang mesinnya.
Sebelumnya, Iran mengutuk apa yang digambarkannya sebagai serangan AS, dengan mengatakan bahwa serangan tersebut melanggar kesepakatan gencatan senjata dan hukum internasional.
Kementerian Luar Negeri mengatakan Kuwait dan Bahrain memikul “tanggung jawab langsung dan jelas” atas serangan tersebut, dengan menuduh wilayah dan fasilitas mereka telah digunakan untuk mendukung operasi militer AS terhadap Iran.
Teheran mengatakan pihaknya berhak untuk membela diri dan akan menggunakan semua cara yang tersedia untuk membalas, termasuk dengan menargetkan sumber serangan di masa mendatang.
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa IRGC membagikan rangkaian peristiwa yang merinci baku tembak antara pasukan AS dan Iran.
Menurut IRGC, baku tembak dimulai ketika pasukan AS menyerang kapal tanker minyak Iran di dekat Selat Hormuz, merusak ruang mesinnya.
Lihat Juga :